Selasa, 29 September 2015

Tugas 1 Psikologi Manajemen

Pengertian Manajemen
Beberapa pengertian manajemen menurut para ahli
·         George R. Terry
Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dengan memanfaatkan, baik ilmu maupun seni demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
·         Horold Koontz
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
·         James A. F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
·         Marry Parker Follet
Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
·         Ricky W. Griffin
Manajemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efisien.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan seni untuk melaksanakan pekerjaan melalui kegiatan orang lain, serta merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengertian Kepemimpinan
Beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli
·         G. L. Feman dan E. K. Taylor (1950)
Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan aktifitas kelompok agar mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal dan kerjasama dari tiap individu.
·         George R. Terry
Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.
·         James M. Black (1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
·         Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)
Kepemimpinan adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
·         Young (dalam Kartono, 2003)
Kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang mampu meyakinkan, mempengaruhi, dan mendorong atau mengajak orang lain atau kelompok agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya dalam hubungan tugas yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus, serta merupakan kemampuan untuk menciptakan aktifitas kelompok agar mencapai suatu tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal.

Pengertian Perencanaan (Planning)
Beberapa pengertian Perencanaan (Planning) menurut para ahli
·         Cuningham
Perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.
·         Faludi
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan yang berorientasi pada masa depan melalui serangkaian pikiran.
·         Henry Fayol
Perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan.
·         Melville Brance
Perencanaan adalah proses aktifitas berkelanjutan dan memutuskan apa yang dapat dilakukan dan diinginkan untuk masa depan, serta bagaimana mencapainya.
·         Peter Hall
Perencanaan adalah penyusunan rangkaian tindakan secara berturut yang mengarah pada pencapaian tujuan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa perencanaan (planning) merupakan proses penentuan dan  penyusunan rangkaian tindakan secara berturut, pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi, dan penentuan standar yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan yang berorientasi pada masa depan, serta merupakan proses menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan memutuskan apa yang dapat dilakukan dan bagaimana cara untuk mencapainya.

Langkah-Langkah Dalam Menyusun Perencanaan (Planning)
Terdapat beberapa langkah dalam menyusun suatu perencanaan (planning), diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Penetapan Tujuan Organisasi
Proses penyusunan perencanaan dimulai dengan menetapkan tujuan awal yang ingin dicapai oleh organisasi. Penetapan tujuan organisasi harus dibuat sejelas mungkin karena tujuan organisasi tersebut akan dijadikan arah bagi keputusan dan aktifitas organisasi. Penetapan tujuan organisasi sangat penting karena dengan tujuan organisasi tersebut akan membuat manajemen dapat menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien. Tanpa adanya penetapan tujuan organisasi yang tegas dan jelas, maka akan membuat organisasi tersebut menghamburkan sumber daya secara berlebihan.
·         Mengidentifikasikan Situasi dan Keadaan Saat Ini
Pemimpin harus menyadari bahwa situasi dan keadaan saat ini sangat dipengaruhi oleh situasi dan keadaan sebelumnya, serta akan mempengaruhi situasi dan keadaan yang akan datang. Maka dengan mengenal situasi dan keadaan saat ini merupakan petunjuk untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa yang akan datang.
·         Mengenal Faktor Pendukung dan Penghambat
Dengan mengenal faktor pendukung dan penghambat, maka pemimpin akan dapat mengantisipasi sedini mungkin tentang berbagai hal yang akan terjadi dari kemungkinan yang terburuk sampai pada kemungkinan yang terbaik. Sebaiknya pemimpin lebih memusatkan perhatiannya kepada berbagai kemungkinan terburuk daripada berbagai kemungkinan terbaik karena dengan memahami berbagai kemungkinan terburuk akan menyadarkan pemimpin untuk bertindak lebih hati-hati, namun dengan memahami berbagai kemungkinan terbaik juga akan memotivasi pemimpin dalam melaksanakan tugasnya.
·         Mengembangkan Premis Perencanaan
Yang dimaksud premis adalah asumsi tentang lingkungan dimana organisasi itu berada. Lingkungan yang sedang berubah akan sangat mempengaruhi aktifitas organisasi. Pemimpin sebaiknya senantiasa memanfaatkan sumber informasi yang tersedia untuk mengantisipasi dan merencanakan metode yang tepat untuk disesuaikan dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
·         Menyusun Rencana Kegiatan Untuk Mencapai Tujuan
Langkah selanjutnya dalam menyusun perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternatif dan tindakan yang mungkin dapat dipilih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Manfaat Perencanaan Dalam Manajemen
Terdapat beberapa manfaat perencanaan dalam manajemen diantaranya adalah sebagai berikut :
·       Dapat membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
·         Dapat membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
·         Dapat membuat tujuan lebih khusus, terperinci, dan lebih mudah dipahami.
·    Dapat memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian organisasi.
·         Dapat memudahkan mengidentifikasikan hambatan.
·         Dapat menghemat waktu, usaha, dan dana.
·         Dapat menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
·         Dapat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
·     Dengan adanya suatu perencanaan, segala kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan teratur sesuai dengan tahapan-tahapan yang seharusnya.
·     Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka sesuai atau tidak dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

Jenis-Jenis Perencanaan Dalam Organisasi
Terdapat beberapa jenis perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah sebagai berikut :
·         Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah suatu rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis serta berkaitan dengan tujuan jangka panjang.
Perencanaan strategis ini merupakan proses dimana eksekutif/top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja serta dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Perencanaan strategis ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial serta pada umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan menengah.
·         Perencanaan Taktis
Perencanaan taktis adalah suatu rencana yang dikembangkan untuk mengimplementasikan bagian tertentu dari rencana strategis.
Pada perencanaan taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi.
Teknik ini merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
Perencanaan taktis memiliki jangka waktu yang lebih singkat serta suatu fokus yang lebih spesifik dan nyata.
·         Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional adalah suatu rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional.
Perencanaan operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi.
Rencana operasional memiliki fokus jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil aktifitas.
Perencanaan operasional dibagi menjadi 2, yaitu rencana sekali pakai yang dikembangkan untuk melaksanakan serangkaian tindakan yang mungkin tidak berulang dimasa mendatang dan rencana tetap yang dikembangkan untuk aktifitas yang berulang secara teratur selama suatu periode waktu tertentu.

Contoh Perencanaan Dalam Sebuah Organisasi
Organisasi yang akan dibentuk adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Organisasi ini diberi nama “ Happy Math “ yang memiliki tujuan untuk dapat membentuk suatu kelompok belajar dimana para anggotanya adalah orang-orang yang menyukai pelajaran matematika. Dengan adanya organisasi ini, orang-orang diluar sana mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa akan dapat terus mengembangkan kemampuannya dalam pelajaran matematika, sehingga mereka tidak hanya sekedar menyukai pelajaran matematikanya saja, tetapi juga dapat terus memahami apa saja yang dipelajari dan bagaimana cara menyelesaikan suatu persoalan yang berhubungan dengan matematika. Mereka juga dapat saling bekerjasama dan tentunya memiliki hubungan yang baik antar anggota lainnya.

Untuk dapat terus mengembangkan kemampuan para anggota di bidang matematika, diperlukan modul pembelajaran yang berisi rumus-rumus, latihan soal, dan cara menyelesaikan soal tersebut. Selain itu, terdapat pembagian kelompok sesuai dengan usia mereka agar para anggota dapat belajar dan sharing dengan nyaman. Para anggota juga dapat berkonsultasi atau menanyakan materi yang sekiranya sulit bagi mereka kepada anggota lainnya. Di organisasi ini juga menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi antar anggota ketika mereka sedang tidak berkumpul satu sama lain.

Pada organisasi ini juga diperlukan identifikasi beberapa faktor yang sekiranya dapat menghambat tujuan awal dari organisasi ini, seperti adanya perbedaan pendapat dalam menyelesaikan suatu persoalan yang berhubungan dengan matematika. Dengan adanya perbedaan pendapat itu, maka akan menimbulkan konflik dan permusuhan antar anggota. Untuk mengantisipasi hal tersebut, organisasi ini menyediakan seorang ahli matematika yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan matematika, jika memang persoalan tersebut sudah tidak dapat diselesaikan oleh para anggota atau persoalan tersebut sudah menimbulkan perbedaan pendapat antar anggota yang akan menimbulkan konflik dan permusuhan.

Organisasi ini sangat memanfaatkan sumber informasi yang tersedia diluar organisasi. Sumber informasi tersebut akan bermanfaat apabila terdapat materi baru dalam pelajaran matematika, maka akan dengan mudah untuk mengetahui materi baru tersebut, sehingga modul pembelajarannya pun akan ditambahkan materi-materi baru yang disesuaikan. Sumber informasi yang tersedia diluar organisasi juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai adanya olimpiade matematika atau lomba matematika yang akan diadakan diluar organisasi ini.

Untuk mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan agar tujuan dapat tercapai, organisasi ini mengadakan lomba matematika satu bulan sekali yang dapat diikuti oleh para anggota ataupun masyarakat diluar anggota organisasi dan tentunya akan mendapatkan suatu penghargaan bagi yang dapat memenangkan lomba tersebut. Penghargaan itu dapat berupa piala, piagam, uang tunai, voucher belanja, ataupun tiket gratis ke berbagai tempat wisata.



Kamis, 09 Juli 2015

Tugas Kesehatan Mental

Created by :
·         Dyah Ayu Septiyaningrum            (12513737)
·         Pingkan Aulia Cahyaningtyas       (16513863)
·         Rosyidah Nur Syahidah                (17513295)
·         Siti Meysaroh                                (18513569)


Analisis Film “MARY AND MAX”

Review Film “MARY AND MAX”
Mary and max adalah film animasi stopmotion dari Australia yang disutradarai oleh Adam Elliot dan penanganan skenario pun ditangani oleh Adam Elliot.
Film ini diproduksi pada tahun 2009 dengan mengambil setting waktu tahun 1976 dan berlokasi di Mount Waverley, kawasan pinggiran di Melbourne Australia, tempat tinggal Mary Daisy Dinkle (Toni Collette). Mary adalah seorang gadis berusia 8 tahun yang hidupnya kesepian dan Mary tidak seberuntung anak-anak lain seusianya yang dapat hidup bahagia dengan keluarganya karena kedua orang tua Mary sibuk dengan urusannya masing-masing.
Mary berasal dari keluarga miskin. Ayah Mary adalah seorang buruh pabrik yang selalu sibuk bekerja, sementara ibu Mary adalah seorang ibu rumah tangga yang alkoholik dan kleptomania yang jarang memperhatikan Mary, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk Mary.
Sebagai seorang anak kecil pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu, Mary sebenarnya memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada orang tuanya, namun karena orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Mary akhirnya tidak tahu harus menanyakan pertanyaannya tersebut kepada siapa. Dan akhirnya pada suatu ketika, Mary memutuskan untuk menulis sebuah surat kepada seseorang yang dipilihnya secara acak melalui buku telepon Internasional, seseorang itu bernama Max Jerry Horovits (Philip Seymour Hoffman). Max adalah seorang atheis Amerika keturunan Yahudi yang berusia 44 tahun dan tinggal di kota New York, Amerika Serikat.
Berawal dari surat pertama yang dituliskan Mary untuk Max, persahabatan unik yang memiliki perbedaan usia cukup jauh ini pun dimulai. Meskipun pada awalnya surat dari Mary membuat Max panik, namun akhirnya Max memutuskan untuk membalas surat tersebut.
Perbedaan umur dan jarak yang sangat jauh diantara mereka bukan menjadi halangan bagi Mary dan Max untuk berbagi cerita dan pengalaman hidup mereka masing-masing. Mary dan Max pun memiliki banyak kesamaan, diantaranya adalah mereka menyukai coklat dan mereka suka menonton serial tv berjudul The Noblets. Max dan Mary juga memiliki persamaan mendasar yang membuat mereka merasa memiliki perasaan senasib, yaitu keduanya tidak memiliki teman. Mary selalu menjadi sasaran bullying dan ejekan teman-temannya karena Mary memiliki tanda lahir di dahinya yang berwarna seperti kotoran. Sementara Max menderita Asperger Syndrome yang membuat Max sulit mengartikan ekspresi orang-orang di sekelilingnya dan membuat Max sulit untuk mengekspresikan perasaannya kepada orang lain, sehingga Max menjadi terkesan antisosial.
Max sebenarnya sangat ingin memiliki teman yang benar-benar nyata. Oleh karena itu, surat dari Mary menjadikan Mary satu-satunya teman yang dimiliki Max dan persahabatan melalui surat ini pun terjalin kurang lebih 20 tahun lamanya. Namun, dalam sebuah persahabatan pasti akan ada masalah yang datang. Hubungan Mary dan Max mengalami titik terendah ketika terjadi kesalahpahaman, yaitu Max merasa dirinya dimanfaatkan oleh Mary. Kesalahpahaman tersebut membuat Mary terpuruk, namun akhirnya Max membukakan pintu maaf untuk Mary.
Mary dan Max selalu saling mendukung satu sama lain disaat mereka senang maupun sedih. Mereka saling membantu dalam menghadapi setiap masalah yang sedang dihadapi dan mereka akhirnya menemukan apa yang dinamakan persahabatan sejati.
Persahabatan yang terjalin diantara Mary dan Max cukup unik dan tidak biasa. Persahabatan yang dijalin oleh Mary dan Max ini merupakan persahabatan yang tulus tanpa memandang usia, jenis kelamin, budaya, dan sebagainya. Pertemanan atau lebih tepatnya persahabatan dapat terjalin karena beberapa hal, salah satunya adalah persamaan dan dapat juga terjalin karena adanya kepercayaan seperti persahabatan yang telah dijalin oleh Mary dan Max.
Meskipun film ini adalah film animasi, namun film ini sangat tidak cocok untuk anak-anak karena menampilkan kisah dimana didalamnya terdapat masalah yang cukup berat, seperti kesepian, perasaan cemas, depresi, hingga bunuh diri dan film ini juga penuh dengan tema-tema dewasa yang sangat tidak pantas jika disaksikan oleh anak-anak.
Film Mary and Max ini memiliki pesan yang bagus, yaitu jika kita ingin diterima atau disukai oleh orang lain, ada baiknya jika kita menyukai diri kita sendiri terlebih dahulu (Love Yourself First).

“Sometimes perfect strangers make the best friends”




Analisis Film “MARY AND MAX”
Berdasarkan review film Mery and Max diatas, dapat diketahui bahwa salah satu tokoh di film tersebutyang bernama Max Jerry Horovits (Philip Seymour Hoffman) mengalami Asperger Syndrome atau Sindrom Asperger. Sindrom Asperger merupakan suatu gejala kelainan perkembangan syaraf otak atau merupakan gangguan neurobiologis yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Sindrom Asperger juga merupakan salah satu tipe Pervasive Development Disorder (PDDs). PDDs merupakan sekelompok kondisi termasuk keterlambatan perkembangan keahlian dasar, seperti berkomunikasi, keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan, dan menggunakan imajinasi. Meskipun Sindrom Asperger mempunyai kesaman dengan Autisme (jenis PPDs yang lebih parah), namun gangguan ini memiliki perbedaan di beberapa bidang. Penderita Sindrom Asperger pada umumnya memiliki fungsi lebih baik dibandingkan penderita Autisme. Selain itu, penderita Sindrom Asperger umumnya mempunyai kecerdasan yang normal. Dan meskipun penderita Sindrom Asperger kemungkinan mengalami gangguan berkomunikasi, namun mereka cenderung memiliki perkembangan bahasa yang mendekati normal.
Menurut Clinical Assistant Professor of Pediatrics Jefferson Medical College Philadelphia, Susan B. Stine, MD mengatakan bahwa karakter dari penderita Sindrom Asperger adalah kurangnya kemampuan berinteraksi sosial, pola bicara yang tidak biasa, dan tingkah laku khusus lainnya. Kemudian, penderita Sindrom Asperger biasanya sangat sulit untuk menampilkan ekspresi di wajahnya, serta sulit untuk membaca bahasa tubuh pada orang lain. Selain itu, menurut Stine, ciri dari penderita Sindrom Asperger adalah terlambatnya kemampuan motorik, ceroboh, minat yang terbatas, dan perhatian yang berlebihan terhadap kegiatan tertentu.
Seorang penderita Sindrom Asperger dapat memperlihatkan kekurangan dalam bersosialisasi, mengalami kesulitan jika terjadi perubahan, dan selalu melakukan hal-hal yang sama berulang-ulang. Penderita Sindrom Asperger juga mengalami kesulitan dalam menentukan dengan baik posisi badan dalam ruang (orientasi ruang dan bentuk). Penderita Sindrom Asperger sering terobsesi oleh rutinitas dan menyibukkan diri dengan suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka.
Penderita Sindrom Asperger sering mempunyai masalah ketika menggunakan bahasa dalam konteks sosial (pragmati) dan tidak mampu mengenali sebuah kata yang memiliki arti yang berbeda-beda (semantic) serta khas dalam berbicara/prosodi (tinggi rendahnya suara, serta tekanan dalam berbicara).
Karena memiliki perasaan terlalu sensitif yang berlebihan terhadap suara, rasa, penciuman, dan penglihatan, penderita Sindrom Asperger lebih menyukai pakaian yang lembut, makanan tertentu, dan merasa terganggu oleh suatu keributan atau penerangan lampu dimana orang normal tidak dapat mendengar atau melihatnya. Penting untuk diperhatikan bahwa penderita Sindrom Asperger memandang dunia dengan cara yang berlainan. Oleh karena itu, banyak perilaku yang aneh dan luar biasa yang disebabkan oleh perbedaan neurobiologi tersebut, bukan karena sengaja berlaku kasar atau berlaku tidak sopan.
Para penderita Sindrom Asperger dinilai sebagai pribadi yang eksentrik oleh orang lain, aneh, dan mudah dijadikan bahan untuk ejekan karena mereka memiliki fungsionalitas tingkat tinggi dan bersifat naif, serta karena mereka terlihat sebagai pribadi yang kurang bersosialisasi.
Menurut Stine, penderita Sindrom Asperger yang beranjak dewasa, biasanya akan merasa kesulitan untuk mengungkapkan empati kepada orang lain, serta tetap kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Penderita Sindrom Asperger memiliki kemampuan linguistik dan kognitif yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan memiliki IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita Sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri). Sindrom Asperger juga bukan sebuah penyakit mental.
Gangguan Sindrom Asperger pada umumnya akan terus mengikuti perkembangan usia seseorang. Meski tidak membahayakan jiwa, namun gangguan itu dapat membuat penderitanya takut berada di keramaian dan dapat membuat depresi.
Ciri yang menonjol pada penderita Sindrom Asperger adalah mereka tidak bisa membaca kode-kode atau ekspresi wajah seseorang dan karena ketidakmampuannya itu, meraka dijauhi oleh teman-temannya.
Penderita Sindrom Asperger biasanya akan menetap seumur hidup. Namun, gejala tersebut dapat dikurangi dan diperbaiki dalam kurun waktu tertentu terutama deteksi dini Sindrom Asperger akan sangat membantu.
Sesuai dengan perkembangan otak, kalau kelainan itu diketahui lebih dini, maka dapat distimulasi atau diberi obat agar berkembang ke arah yang baik. Namun, kalau sudah terlambat deteksinya, yaitu sudah berusia lima atau enam tahun, maka akan sulit penanganannya karena perkembangan otak sudah berhenti. Pada umur lima tahun, bagian otak yang disebut sinaps (sambungan antar saraf di mana bahan kimia serotonin bekerja) akan berhenti.
Sindrom Asperger ini lebih umum dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan dan biasanya terdiagnosis saat seseorang berusia antara dua dan enam tahun.
Penyebab pasti gangguan Sindrom Asperger ini masih belum diketahui. Akan tetapi, fakta menunjukkan adanya kecenderungan bahwa gangguan ini diturunkan dalam keluarga. Sindrom Asperger juga diperkirakan terjadi akibat kombinasi dari faktor psikologis, fisiologis, dan sosiologis. Gangguan Sindrom Asperger ini dapat dipicu oleh disfungsi otak yang bisa terjadi akibat trauma, penyakit, atau struktur otak yang abnormal.
Gejala Sindrom Asperger bervariasi dan memiliki rentang dari ringan hingga berat. Namun, terdapat beberapa gejala-gejala umum Sindrom Asperger, yaitu :
·         Gangguan keterampilan sosial.
Penderita Sindrom Asperger pada umumnya kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan seringkali kaku dalam situasi sosial.
·         Kesulitan berkomunikasi.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan tidak melakukan kontak mata saat berbicara dengan seseorang. Mereka mungkin bermasalah dalam menggunakan ekspresi dan gerak tubuh, serta kesulitan dalam memahami bahasa tubuh. Selain itu, mereka cenderung bermasalah memahami bahasa dalam konteks.
·         Ketertarikan yang terbatas.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan memiliki ketertarikan yang intens dan bahkan terobsesi terhadap hal-hal tertentu saja.
·         Masalah koordinasi.
Gerakan penderita Sindrom Asperger terlihat ceroboh dan kaku.
·         Perilaku eksentrik atau kebiasaan yang berulang-ulang.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan melakukan gerakan-gerakan yang berulang. Mereka juga memiliki kebiasaan tertentu yang harus selalu diikuti.
·         Berbakat di bidang tertentu.
Banyak orang yang menderita Sindrom Asperger sangat berbakat di bidang tertentu.
·        Kesulitan berempati dengan orang lain.
·        Berada di bawah tekanan jika rutinitas berubah.
·        Memiliki masalah dalam mengelola amarah, mengendalikan perasaan cemas, depresi, dan ketakutan.
Dalam film Mary and Max ini, karakteristik Sindrom Asperger digambarkan dengan baik. Dalam cerita film Mary and Max, tokoh Max yang menderita Sindrom Asperger mengungkapkan lima karakteristik yang dimilikinya, yaitu :
·         I find the world very confusing  and chaotic because my mind is very literal and logical.
(Dunia sangat membingungkan dan kacau karena pikiran saya sangat harfiah dan logis).
Salah satu karakteristik pada Sindrom Asperger yang diderita Max adalah ketidakmampuan membaca situasi sosial.
·         I have trouble in understanding the expression on people’s face.
(Saya memiliki masalah dalam memahami ekspresi wajah orang).
Penderita Sindrom Asperger memiliki kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan orang lain.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max pernah diserang oleh seekor burung ketika sedang berjalan, sehingga Max harus menggunakan helm kemanapun ia pergi. Max dan helm tersebut membuat orang lain geli melihatnya dan akhirnya menertawakan Max. Max tahu orang lain menertawakannya, namun Max tidak mengerti mengapa orang lain menertawakannya.
·         Bad handwriting and hypersensitive, clums, and get very concerned.
(Memiliki tulisan buruk dan terlalu sensitif, pemalu, dan penasaran).
Hypersensitivitas yang dimiliki penderita Sindrom Asperger ditandai dengan adanya sensitivitas sensori yang berlebih.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max mudah terkejut ketika mendengar suara dering telepon. Max menganggap New York (tempat tinggalnya) sangat tidak cocok baginya karena terlalu ramai, lampu-lampunya terang benderang, terdengar suara yang tiba-tiba, dan bebauan yang kuat. Max mengatakan bahwa ia ingin tinggal di bulan karena lebih hening.
Hypersensitivitas yang dimiliki Max ini membuat Max menggunakan penyumbat hidung dan telinga ketika keluar dari apartmentnya.
·         I like solving problems.
(Saya suka menyelesaikan masalah).
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max dapat memecahkan Rubik’s Cube.
·         I have trouble expressing my emotions.
(Saya memiliki masalah untuk mengekspresikan emosi saya).
Selain memiliki kesulitan dalam membaca ekspresi, penderita Sindrom Asperger juga sulit untuk mengekspresikan emosinya.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max kesulitan untuk tersenyum walaupun Max mengalami suatu hal yang menyenangkan.
Didalam film ini juga diceritakan bahwa Max pernah merasakan cinta, namun sulit untuk mengekspresikannya. Max mengatakan, “Love is a foreign language like a scuba diving or jogging”.
Pada umumnya penderita Sindrom Asperger suka berteman, walaupun dengan gaya bahasa dan mimik yang formal. Penderita Sindrom Asperger sulit untuk memulai percakapan, serta sulit untuk mengerti makna dan interaksi sosial. Jika dilihat dari Psikologi Sosial, seorang psikiater asal Wina bernama Alfred Adler, berpendapat bahwa pada dasarnya setiap manusia dimotivasi oleh dorongan-dorongan sosial dan manusia adalah makhluk sosial. Dorongan ini dibawa sejak lahir meskipun tipe-tipe khusus hubungan manusia dan pranata-pranata sosial yang berkembang ditentukan oleh corak masyarakat tempat manusia itu dilahirkan.
Jika mengikuti teori Adler, seseorang yang memiliki pribadi introvert atau bahkan seseorang yang menderita Sindrom Asperger seperti Max, pasti memiliki minat sosial. Walaupun tidak muncul secara spontan, ini adalah sebuah kodrat dan bukan karena kebiasaan belaka. Oleh karena itu, tidak heran ketika munculnya sebuah ironi dalam keterbatasannya berhubungan sosial ketika Max berkata kepada Mary melalui suratnya, “I find human is interesting but I have trouble understanding them. I think, however, I will understand and trust you”.
Terdapat beberapa prosedur perawatan dan pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita Sindrom Asperger meskipun Sindrom Asperger belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, terdapat beberapa penanganan dan beberapa terapi untuk meningkatkan fungsi dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah beberapa penanganan dan terapi untuk para penderita Sindrom Asperger :
·         Pendidikan Khusus
Pendidikan yang didisain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seseorang yang unik.
·         Modifikasi Perilaku
Hal ini meliputi strategi untuk mendukung perilaku positif dan untuk mengurangi perilaku yang bermasalah.
·         Terapi Bicara, Fisik dan Terapi Okupasional
Terapi ini didisain untuk meningkatkan kemampuan fungsional seseorang.
·        Terapi Perilaku Kognitif
·        Pelatihan Ketrampilan Sosial
·        Obat-obatan.
Tidak ada obat yang khusus untuk menangani penderita Sindrom Asperger. Akan tetapi, obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi gejala khusus, seperti kecemasan, depresi, serta perilaku yang hiperaktif dan terobsesi.
Penserita Sindrom Asperger dapat dilakukan terapi, terutama dalam hal kemampuan bersosialisasi karena kemampuan bersosialisasi mereka sangat kurang. Cara terapi yang paling baik adalah mengajarkan penderita Sindrom Asperger bagaimana berinteraksi dengan orang lain dan akan lebih baik lagi jika terapi dilakukan dalam bentuk peer group.
Banyak dari perilaku penderita Sindrom Asperger yang disalahpahami. Penderita Sindrom Asperger dianggap sebagai orang yang egois, dingin, tidak peduli, dll. Padahal perilaku tersebut bukan sesuatu yang disengaja dan bahkan tidak disadari oleh para penderita Sindrom Asperger.

Sumber :

Senin, 03 November 2014

Tugas 3 Psi & Teknologi Internet

Kecanduan Internet

Saat ini internet merupakan media yang diperlukan oleh semua orang untuk mendapatkan informasi, bermain game online, berinteraksi sosial, atau untuk kepentingan lainnya sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing penggunanya. Namun, ternyata berlama-lama menggunakan internet akan menimbulkan dampak buruk yang dinamakan kecanduan internet yang pada akhirnya pengguna internet tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan hal penting disekitarnya.
Kecanduan internet merupakan sebutan bagi seseorang yang selalu menggunakan internet dalam kehidupannya dan sudah mengalami kesulitan untuk terlepas dari internet. Kecanduan internet atau Internet Addiction Disorder (IAD) mengacu pada gangguan dalam penggunaan internet yang berlebihan. Gangguan kecanduan internet belum tercantum dalam buku pegangan profesional kesehatan mental, yaitu Diagnostic adn Statistical Manual of Mental Disorders atau yang disebut dengan DSM. Namun, kecanduan internet telah diakui secara formal oleh American Psychological Association sebagai salah satu bentuk gangguan.
Konsep tentang kecanduan internet telah diterima sebagai gangguan klinis yang memerlukan perawatan (treatment) khusus. Para peneliti masih belum sepakat mengenai apakah kecanduan internet merupakan gangguan pada dirinya sendiri atau merupakan salah satu gejala (symptom) dari gangguan yang lain. Ada pula yang memperdebatkan apakah kecanduan internet dikategorikan sebagai gangguan impuls atau gangguan kompulsif-obsesif (obsessive compulsive disorder) dan bukan kecanduan biasa.
Kecanduan internet atau Internet Addiction Disorder (IAD) mencakup sejumlah problem kontrol impuls, seperti :
·         Kecanduan Cybersex (Cybersex Addiction)
Internet pornography, adult chat rooms, adult fantasy role-play.
·         Kecanduan Hubungan-Cyber (Cyber-Relationship Addiction)
Kecanduan jejaring sosial, chat, e-mail, atau text (SMS).
·         Net Compulsions
Game online, judi online, permainan saham online, atau lelang online yang seringkali membawa masalah pekerjaan.
·         Kelebihan Informasi (Information Overload)
Pencarian database secara kompulsif.
·         Kecanduan Komputer
Memainkan permainan komputer secara obsesif atau pemrograman secara obsesif.
Terdapat beberapa faktor yang telah diusulkan untuk menjelaskan kecanduan internet. Salah satu teori yang berhubungan dengan potensi mengubah mood (mood-atering potential) dari perilaku-perilaku yang berkaitan dengan kecanduan proses. Para peniliti berfikir bahwa terdapat perubahan kimiawi yang terjadi dalam tubuh saat seseorang terlibat dalam perilaku kecanduan. Dari sudut pandang biologis, mungkin terdapat kombinasi dari gen-gen yang membuat seseorang lebih rentan terhadap perilaku kecanduan.
Dr. Ronald Pies, selaku profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University, New York,  mengatakan bahwa kebanyakan dari orang yang kecanduan internet merupakan seseorang yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tidak bisa bersosialisasi, sehingga sulit untuk bertatap muka dengan orang lain secara langsung. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa kecenderungan kecanduan ini dimiliki oleh seseorang yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media pelampiasannya.
Dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ selaku psikiater mengatakan bahwa terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kecanduan internet. Salah satunya adalah intensitas penggunaan internet yang terlalu sering saat memiliki waktu luang dan dilakukan terus-menerus, sehingga membuat orang tersebut terbiasa dengan perilaku itu.
Beberapa gejala kecanduan internet ditunjukkan dengan kurangnya waktu tidur, kelelahan, lesu, kurangnya fokus, performa kerja yang menurun, kurang terlibatnya dalam aktivitas dan hubungan sosial, serta masih terdapat berbagai macam gejala kecanduan internet lainnya. Penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang digunakan untuk berinternet dan tentang permasalahan yang ditundanya karena berinternet. Ketika sedang tidak menggunakan internet, penderita menjadi pribadi yang mudah marah ketika ada yang bertanya tentang berapa lama waktu yang digunakan untuk berinternet.
Menurut dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ , dampak yang dapat ditimbulkan oleh seseorang yang mengalami kecanduan internet adalah kurang bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya, terutama dalam lingkungan keluarga. Penderita akan lebih fokus terhadap kehidupannya di dunia maya dan sering mengabaikan orang-orang yang ada disekitarnya. Menurutnya, penderita yang sudah mengalami kecanduan yang cukup berat, secara psikis dan mental akan sulit untuk membedakan antara dunia maya dengan dunia nyata.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya merupakan awal dari terbentuknya kecanduan internet. Kebiasaan yang tidak terkendali terkadang dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri, dengan tidak dapat mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan waktu, dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam hidupnya.
Karena gangguan kecanduan internet merupakan fenomena yang masih relatif baru, maka hanya ada sedikit penelitian tentang efektivitas dari prosedur perawatan. Beberapa ahli menyarankan penderita untuk melakukan penghentian total dari penggunaan internet. Beberapa ahli lainnya mengatakan bahwa tidak realistis menyarankan kepada penderita untuk benar-benar berhenti menggunakan internet. Sebagai alternatif dari menghentikan semua aktivitas yang berhubungan dengan internet, Young (1999) memberikan 7 teknik perawatan yang mungkin dilakukan, yaitu :
·         Praktekkan Kebalikannya (Practice the Opposite)
·         Penghenti Eksternal (External Stoppers)
·         Tetapkan Goal (Setting Goals)
·         Kartu-Kartu Pengingat (Reminder Cards)
·         Inventori Personal (Personal Inventory)
·         Dukungan Sosial (Social Support)
·         Terapi Keluarga (Family Therapy)
Dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ mengatakan terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan internet, yaitu jenis terapi yang pertama untuk penderita yang sudah sadar akan dampak negatif dari candu internet adalah terapi yang dilakukan diri sendiri dengan dibantu oleh orang-orang terdekatnya. Jenis terapi yang kedua untuk penderita yang sudah mengalami kecanduan internet yang cukup berat, yaitu dibutuhkan psikolog atau psikiater untuk memberikan terapi kognitif dan perilaku agar penderita dapat terlepas dari candu internet.
Terapi Kognitif Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy atau CBT) dapat memberikan langkah demi langkah untuk menghentikan perilaku internet kompulsif dan mengubah persepsi seseorang mengenai internet. Terapi dapat menolong seseorang untuk mempelajari cara-cara yang lebih baik dalam mengatasi emosi yang tidak nyaman, seperti kecemasan, stres, dan depresi.
Khazaal et al. merangkumkan komponen-komponen perilaku dan motivasional dari perawatan kecanduan internet menurut Young, yaitu sebagai berikut :
·         Untuk mengenali masalah terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Akuilah apa yang telah hilang
2.  Bawalah kartu-kartu pengingat
3.  Dengarlah suara-suara penyangkalan
·         Untuk pengamatan diri terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Tinjaulah waktu online
2.  Akuilah dorongan akan kecanduan
3.  Pelarian, obat bius dari internet
·         Untuk manajemen waktu, strategi pemulihannya adalah menggunakan teknik manajemen waktu.
·         Untuk pengembangan aktivitas offline terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Ambil langkah nyata untuk menanggulangi masalah
2.  Hadapi kesepian
3.  Carilah dukungan dalam dunia nyata
·         Untuk pencegahan relapse (kambuh) terdapat dua strategi pemulihan, yaitu :
1.  Pertimbangkan manfaat dari pemulihan (recovery benefits)
2.  Tips-tips untuk perjalanan menuju pemulihan
Kondisi kambuh (relapse) merupakan kondisi yang wajar untuk siapapun yang sedang berhubungan dengan kecanduan internet. Mengakui dan mengantisipasi kambuh seringkali merupakan bagian dari proses perawatan. Mengidentifikasi situasi-situasi yang dapat menyebabkan kecanduan internet dan menemukan cara-cara untuk menghadapi situasi ini dapat sangat mengurangi kemungkinan kambuh total.
Jadi, dalam menggunakan internet janganlah berlebihan dengan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain game online atau hanya sekedar untuk mencari kesenangan yang tidak bermanfaat dan tidak memiliki tujuan yang berarti yang kemudian dapat meninggalkan tanggung jawab di kehidupan nyata. Hal tersebut merupakan kebiasaan berinternet yang tidak sehat yang akan menimbulkan gangguan kecanduan internet. Kebiasaan berinternet yang sehat dan sewajarnya adalah dengan menyesuaikan jadwal dan kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki seseorang. Manfaatkan media internet sebaik mungkin sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan serta sebaiknya jangan menggunakan media internet dengan intensitas yang terlalu sering.



Sumber :