Jumat, 17 Juni 2016

Psikoterapi : Tugas Review Terapi

REVIEW

1.       Terapi Psikoanalisis (Sigmund Freud)
Aliran psikoanalisis dari Sigmund Freud berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam diri manusia yang terletak jauh di alam bawah sadar dan itulah sebabnya mengapa seringkali banyak penyakit fisik yang disebabkan oleh tertekannya psikologis seseorang. Terapi psikoanalisis bertujuan untuk membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yang tidak disadari di dalam diri klien. Beberapa teknik yang terdapat dalam terapi psikoanalisis diantaranya adalah asosiasi bebas, penafsiran, analisis mimpi, analisis resistensi, dan analisis transferensi.

Kelebihan Terapi
Terapi psikoanalisis ini memungkinkan klien mengetahui mengenai masalah-masalah yang selama ini tidak disadarinya. Terapi ini juga dapat mengetahui pengalaman-pengalaman masa lalu klien, sehingga dapat memunculkan kembali berbagai hal yang selama ini direpres oleh klien yang mungkin menjadi penyebab permasalahan yang dialami klien. Selain itu, terapi ini dapat membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis.

Kekurangan Terapi
Terapi ini hanya berfokus pada permasalahan yang disebabkan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu, sehingga tidak memperhatikan permasalahan yang disebabkan oleh pengalaman-pengalaman masa kini. Padahal tidak semua permasalahan disebabkan oleh pengalaman masa lalu saja, tetapi juga terdapat hubungannya dengan pengalaman masa kini.


2.       Terapi Humanistik Eksistensialis
Humanistik Eksistensial berfokus pada diri manusia dan mengutamakan suatu sikap yang menekankan pada pemahaman atas manusia. Terapi ini bukan merupakan terapi tunggal, melainkan suatu pendekatan yang mencakup terapi-terapi yang berlainan yang kesemuanya berlandaskan konsep-konsep dan asumsi-asumsi tentang manusia. Terapi ini bertujuan agar klien mengalami keberadaannya secara otentik dengan menjadi dasar atas keberadaan dan potensi-potensi serta sadar bahwa ia dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya. Teknik-teknik yang digunakan dalam konseling eksistensial-humanistik, yaitu penerimaan, rasa hormat, memahami, menentramkan, memberi dorongan, pertanyaan terbatas, memantulkan pernyataan dan perasaan klien, menunjukkan sikap yang mencerminkan ikut merasakan apa yang dirasakan klien, serta bersikap mengijinkan untuk apa saja yang bermakna.

Kelebihan Terapi
Terapi humanistik eksistensialis ini dapat meluaskan kesadaran diri klien dan meningkatkan kesanggupan pilihannya, yakni menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya karena telah sadar akan potensi-potensi yang dimiliki klien. Terapi ini juga dapat memberikan kesadaran kepada klien bahwa klien dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya.

Kekurangan Terapi
Dalam terapi ini tidak terdapat perangkat teknik yang dikhususkan atau dianggap esensial atau dengan kata lain, terapi ini tidak memiliki teknik yang tegas. Selain itu, beberapa orang eksistensialis mengesampingkan teknik karena dapat memberi kesan kekakuan, rutinitas, dan manipulasi.


3.       Person Centered Therapy (Carl Rogers)
Terapi client centered adalah terapi yang berpusat pada diri klien, dimana terapis hanya memberikan terapi serta mengawasi klien pada saat mendapatkan pemberian terapi tersebut agar klien dapat berkembang atau keluar dari masalah yang dihadapinya. Terapi ini bertujuan untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membatu klien untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi penuh. Beberapa teknik yang terdapat dalam person centered therapy diantaranya adalah empathy, positive regard (acceptance), dan congruence.

Kelebihan Terapi
Dalam terapi ini, terapis bertindak sebagai cermin yang akan merefleksikan perasaan-perasaan kliennya lebih dalam. Terapi ini juga dapat membantu klien dalam memahami diri dan menerima kenyataan diri yang ada. Selain itu, dalam terapi ini klien diberikan kebebasan dalam menentukan arah pembicaraan dan diberikan kebebasan pula dalam menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kekurangan Terapi
Terapi ini berfokus pada memaksimalkan diri klien yang dirasa terlalu luas, sehingga sulit untuk menilai individu.


4.       Logoterapi (Frankl)
Logoterapi secara umum dapat digambarkan sebagai corak psikologi/psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya. Logoterapi bertujuan agar klien dapat meraih hidup bermakna dan mampu mengatasi secara efektif berbagai kendala dan hambatan pribadi. Beberapa teknik yang terdapat dalam logoterapi diantaranya adalah persuasif, intensi paradoksikal, derefleksi, dan bimbingan ruhani (medical ministry).

Kelebihan Terapi
Logoterapi ini dapat menolong klien untuk menemukan tujuan dan maksud dalam hidupnya dengan memperlihatkan bernilainya tanggung jawab dan tugas-tugas tertentu. Selain itu, klien dapat meraih hidup yang bermakna, serta mampu mengatasi berbagai kendala dan hambatan pribadi yang dialami klien dengan menyadari dan memahami, serta merealisasikan berbagai potensi dan sumber daya kerohanian yang dimiliki.

Kekurangan Terapi
Terdapat beberapa klien yang tidak dapat menunjukkan makna hidupnya, sehingga menimbulkan suatu kebosanan yang merupakan ketidakmampuan seseorang untuk membangkitkan minat apatis, hampa, perasaan tanpa makna, meragukan kehidupan, dan merasa kehilangan tujuan hidup. Hal seperti ini dapat menyulitkan terapis untuk melakukan terapi pada klien tersebut.


5.       Rational Emotive Therapy (Albert Ellis)
Rational Emotive Therapy (RET) adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. Rational Emotive Therapy (RET) menekankan bahwa manusia berpikir, beremosi, dan bertindak secara stimultan. Rational Emotive Therapy (RET) mempergunakan pendekatan langsung untuk “menyerang” dan menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak rasional dan menggantinya dengan pikiran yang rasional dan logis. Beberapa teknik yang terdapat dalam Rational Emotive Therapy (RET) diantaranya adalah cognitive method yang terdiri dari teknik disputing of irrational beliefs, cognitive homework, client’s disputing of an irrational belief, bibliotherapy, employing new self-statements, kemudian terdapat emotive techniques, serta behavioral techniques.

Kelebihan Terapis
Rational Emotive Therapy (RET) dapat membantu klien untuk memperoleh filsafat hidup yang lebih realistik. Selain itu, Rational Emotive Therapy (RET) juga dapat membantu klien untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak rasional dan menggantinya dengan pikiran yang rasional dan logis.

Kekurangan Terapi
Terdapat klien yang terlalu berprasangka terhadap logika, sehingga sulit untuk menerima analisis secara logika. Kemudian, seseorang dalam memandang sesuatu yang dianggap tidak rasional terkadang berbeda-beda, sehingga dapat menimbulkan kesalahan dalam menganalisa masalah. Selain itu, terapis perlu mengenal dirinya sendiri dengan baik dan berhati-hati agar tidak memaksakan filsafat hidupnya sendiri kepada kliennya.


6.       Terapi Perilaku (Behaviour Therapy)
Terapi perilaku diarahkan pada tujuan-tujuan memperoleh perilaku baru, penghapusan perilaku yang maladaptif, serta memperkuat dan mempertahankan perilaku yang diinginkan. Tujuan umum terapi perilaku adalah menciptakan kondisi-kondisi baru bagi proses belajar. Dasar alasannya, yaitu bahwa segenap perilaku adalah dipelajari (learned), termasuk perilaku yang maladaptif. Beberapa teknik yang terdapat dalam terapi perilaku (behaviour therapy) diantaranya adalah desensitisasi sistematis, terapi implosif, latihan asertif, terapi aversi, dan token ekonomi.

Kelebihan Terapi
Terapi perilaku (behaviour therapy) dapat membantu klien untuk menghilangkan perilaku atau respon yang maladaptif, memperoleh perilaku baru, serta memperkuat dan mempertahankan perilaku yang diinginkan.

Kekurangan Terapi
Terapi ini lebih mementingkan dalam menangani gejala-gejalanya atau lebih mementingkan dalam memperlakukann simtom-simtomnya daripada penyebab-penyebabnya. Terapi perilaku (behaviour therapy) dapat mengubah suatu perilaku tetapi tidak dapat mengubah perasaan.


7.       Terapi Kelompok (Group Therapy)
Terapi kelompok membentuk perubahan terhadap klien, khususnya perubahan perilaku di dalam kelompok. Partisipasi pasien dalam terapi kelompok memberi kemungkinan kepadanya melepaskan tegangan dan mengalami abreaksi karena menghidupkan kembali sejumlah kejadian yang mengandung emosi. Dalam beberapa bentuk terapi kelompok yang lebih intensif, analisis hubungan transferensi (transference relationship) yang berkembang dalam kelompok akan terjadi. Beberapa teknik yang terdapat dalam terapi kelompok (group therapy) diantaranya adalah psychodrama techniques, T-Group techniques, encounter techniques, behavioral techniques, serta dance and art therapy.

Kelebihan Terapi
Terapi kelompok (group therapy) ini dapat membantu klien untuk mengungkapkan perasaan-perasaan tentang konflik, kemarahan, agresi, perasaan bersalah, dan kesedihan. Terapi ini juga dapat membantu mengembangkan kesadaran diri dengan berfokus pada cara bagaimana para anggota kelompok berhubungan satu sama lain dalam suatu situasi dimana didorong untuk mengungkapkan perasaan-perasaan secara terus-terang. Selain itu, terapi kelompok (group therapy) juga dapat memberikan pandangan yang luas dan berbagai macam alternatif pemecahan masalah. Dukungan yang diberikan oleh sesama anggota kelompok dalam terapi kelompok (group therapy) mungkin akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan harga diri dan kepercayaan diri. Anggota kelompok yang sudah menunjukkan peningkatan yang lebih baik akan menjadi sumber pengharapan bagi anggota lain dalam kelompok untuk menjadi lebih baik pula.

Kekurangan Terapi
Karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, maka terkadang sulit dalam menjalin hubungan antar anggota dalam terapi kelompok (group therapy) dan terkadang sulit pula untuk menumbuhkan kepercayaan dalam diri klien. Terapi kelompok (group therapy) juga dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam diri klien yang lebih menginginkan adanya hubungan personal dengan terapis dalam melakukan terapi. Selain itu, terkadang klien dapat sangat bergantung dan berharap terlalu banyak pada kelompok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar