Pengertian Manajemen
Beberapa
pengertian manajemen menurut para ahli
·
George
R. Terry
Manajemen
adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan dengan memanfaatkan, baik ilmu maupun seni demi
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
·
Horold
Koontz
Manajemen
adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
·
James
A. F. Stoner
Manajemen
adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan
pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya
yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
sebelumnya.
·
Marry
Parker Follet
Manajemen
adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
·
Ricky
W. Griffin
Manajemen
merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan
efisien.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan seni untuk
melaksanakan pekerjaan melalui kegiatan orang lain, serta merupakan suatu
proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengontrolan sumber
daya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian Kepemimpinan
Beberapa
pengertian kepemimpinan menurut para ahli
·
G.
L. Feman dan E. K. Taylor (1950)
Kepemimpinan
merupakan suatu kemampuan untuk menciptakan aktifitas kelompok agar mencapai
tujuan organisasi dengan efektifitas yang maksimal dan kerjasama dari tiap
individu.
·
George
R. Terry
Kepemimpinan
merupakan suatu hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin dan
mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan sadar dalam hubungan tugas agar
tercapainya sebuah tujuan yang diinginkan.
·
James
M. Black (1961)
Kepemimpinan
adalah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau bekerjasama dibawah
pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
·
Tead;
Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003)
Kepemimpinan
adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang
didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam
mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
·
Young
(dalam Kartono, 2003)
Kepemimpinan
adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup
mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan
oleh kelompoknya dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang
khusus.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan yang mampu
meyakinkan, mempengaruhi, dan mendorong atau mengajak orang lain atau kelompok
agar mau bekerjasama dibawah pimpinannya dalam hubungan tugas yang didasarkan
pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dan memiliki keahlian
khusus yang tepat bagi situasi yang khusus, serta merupakan kemampuan untuk
menciptakan aktifitas kelompok agar mencapai suatu tujuan organisasi dengan
efektifitas yang maksimal.
Pengertian Perencanaan
(Planning)
Beberapa
pengertian Perencanaan (Planning)
menurut para ahli
·
Cuningham
Perencanaan
adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi
untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil
yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam
batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.
·
Faludi
Perencanaan
adalah suatu proses untuk menentukan tindakan yang berorientasi pada masa depan
melalui serangkaian pikiran.
·
Henry
Fayol
Perencanaan
merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan
strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metode, sistem anggaran, dan
standar yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan.
·
Melville
Brance
Perencanaan
adalah proses aktifitas berkelanjutan dan memutuskan apa yang dapat dilakukan
dan diinginkan untuk masa depan, serta bagaimana mencapainya.
·
Peter
Hall
Perencanaan
adalah penyusunan rangkaian tindakan secara berturut yang mengarah pada
pencapaian tujuan.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa perencanaan (planning)
merupakan proses penentuan dan
penyusunan rangkaian tindakan secara berturut, pemilihan atau penetapan
tujuan-tujuan organisasi, dan penentuan standar yang dibutuhkan untuk mencapai
suatu tujuan yang berorientasi pada masa depan, serta merupakan proses
menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk
masa yang akan datang dengan memutuskan apa yang dapat dilakukan dan bagaimana
cara untuk mencapainya.
Langkah-Langkah Dalam
Menyusun Perencanaan (Planning)
Terdapat
beberapa langkah dalam menyusun suatu perencanaan (planning), diantaranya adalah sebagai berikut :
·
Penetapan
Tujuan Organisasi
Proses
penyusunan perencanaan dimulai dengan menetapkan tujuan awal yang ingin dicapai
oleh organisasi. Penetapan tujuan organisasi harus dibuat sejelas mungkin
karena tujuan organisasi tersebut akan dijadikan arah bagi keputusan dan aktifitas
organisasi. Penetapan tujuan organisasi sangat penting karena dengan tujuan
organisasi tersebut akan membuat manajemen dapat menggunakan sumber daya secara
efektif dan efisien. Tanpa adanya penetapan tujuan organisasi yang tegas dan
jelas, maka akan membuat organisasi tersebut menghamburkan sumber daya secara
berlebihan.
·
Mengidentifikasikan
Situasi dan Keadaan Saat Ini
Pemimpin
harus menyadari bahwa situasi dan keadaan saat ini sangat dipengaruhi oleh
situasi dan keadaan sebelumnya, serta akan mempengaruhi situasi dan keadaan
yang akan datang. Maka dengan mengenal situasi dan keadaan saat ini merupakan
petunjuk untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa yang akan datang.
·
Mengenal
Faktor Pendukung dan Penghambat
Dengan
mengenal faktor pendukung dan penghambat, maka pemimpin akan dapat
mengantisipasi sedini mungkin tentang berbagai hal yang akan terjadi dari kemungkinan
yang terburuk sampai pada kemungkinan yang terbaik. Sebaiknya pemimpin lebih
memusatkan perhatiannya kepada berbagai kemungkinan terburuk daripada berbagai
kemungkinan terbaik karena dengan memahami berbagai kemungkinan terburuk akan
menyadarkan pemimpin untuk bertindak lebih hati-hati, namun dengan memahami
berbagai kemungkinan terbaik juga akan memotivasi pemimpin dalam melaksanakan
tugasnya.
·
Mengembangkan
Premis Perencanaan
Yang
dimaksud premis adalah asumsi tentang lingkungan dimana organisasi itu berada.
Lingkungan yang sedang berubah akan sangat mempengaruhi aktifitas organisasi.
Pemimpin sebaiknya senantiasa memanfaatkan sumber informasi yang tersedia untuk
mengantisipasi dan merencanakan metode yang tepat untuk disesuaikan dengan
segala kemungkinan yang akan terjadi.
·
Menyusun
Rencana Kegiatan Untuk Mencapai Tujuan
Langkah
selanjutnya dalam menyusun perencanaan adalah mengembangkan berbagai
kemungkinan alternatif dan tindakan yang mungkin dapat dipilih untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Manfaat Perencanaan
Dalam Manajemen
Terdapat
beberapa manfaat perencanaan dalam manajemen diantaranya adalah sebagai berikut
:
· Dapat membantu manajemen untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
·
Dapat membantu penempatan tanggung jawab
lebih tepat.
·
Dapat membuat tujuan lebih khusus,
terperinci, dan lebih mudah dipahami.
· Dapat memudahkan dalam melakukan
koordinasi diantara berbagai bagian organisasi.
·
Dapat memudahkan mengidentifikasikan
hambatan.
·
Dapat menghemat waktu, usaha, dan dana.
·
Dapat menghemat pemanfaatan sumber daya
organisasi.
·
Dapat meminimalkan pekerjaan yang tidak
pasti.
· Dengan adanya suatu perencanaan, segala
kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan teratur sesuai dengan
tahapan-tahapan yang seharusnya.
· Perencanaan yang telah disusun dengan
baik akan memudahkan para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka
sesuai atau tidak dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
Jenis-Jenis Perencanaan
Dalam Organisasi
Terdapat
beberapa jenis perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah sebagai berikut
:
·
Perencanaan
Strategis
Perencanaan
strategis adalah suatu rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber
daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan strategis serta berkaitan dengan tujuan jangka panjang.
Perencanaan
strategis ini merupakan proses dimana eksekutif/top manajer meramal arah jangka
panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja serta
dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan
perencanaan yang dipilih.
Perencanaan
strategis ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial serta
pada umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan menengah.
·
Perencanaan
Taktis
Perencanaan
taktis adalah suatu rencana yang dikembangkan untuk mengimplementasikan bagian
tertentu dari rencana strategis.
Pada
perencanaan taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis,
termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi
menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk
jangka menengah proyeksi.
Teknik
ini merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
Perencanaan
taktis memiliki jangka waktu yang lebih singkat serta suatu fokus yang lebih
spesifik dan nyata.
·
Perencanaan
Operasional
Perencanaan
operasional adalah suatu rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana
taktis untuk mencapai tujuan operasional.
Perencanaan
operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi.
Rencana
operasional memiliki fokus jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih sempit.
Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil
aktifitas.
Perencanaan
operasional dibagi menjadi 2, yaitu rencana
sekali pakai yang dikembangkan untuk melaksanakan serangkaian tindakan yang
mungkin tidak berulang dimasa mendatang dan rencana
tetap yang dikembangkan untuk aktifitas yang berulang secara teratur selama
suatu periode waktu tertentu.
Contoh Perencanaan Dalam
Sebuah Organisasi
Organisasi yang akan dibentuk adalah
organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Organisasi ini diberi nama “
Happy Math “ yang memiliki tujuan untuk dapat membentuk suatu kelompok belajar
dimana para anggotanya adalah orang-orang yang menyukai pelajaran matematika. Dengan
adanya organisasi ini, orang-orang diluar sana mulai dari anak-anak, remaja,
hingga orang dewasa akan dapat terus mengembangkan kemampuannya dalam pelajaran
matematika, sehingga mereka tidak hanya sekedar menyukai pelajaran matematikanya
saja, tetapi juga dapat terus memahami apa saja yang dipelajari dan bagaimana
cara menyelesaikan suatu persoalan yang berhubungan dengan matematika. Mereka
juga dapat saling bekerjasama dan tentunya memiliki hubungan yang baik antar
anggota lainnya.
Untuk dapat terus mengembangkan
kemampuan para anggota di bidang matematika, diperlukan modul pembelajaran yang
berisi rumus-rumus, latihan soal, dan cara menyelesaikan soal tersebut. Selain itu,
terdapat pembagian kelompok sesuai dengan usia mereka agar para anggota dapat
belajar dan sharing dengan nyaman. Para
anggota juga dapat berkonsultasi atau menanyakan materi yang sekiranya sulit
bagi mereka kepada anggota lainnya. Di organisasi ini juga menggunakan media
sosial sebagai sarana komunikasi antar anggota ketika mereka sedang tidak
berkumpul satu sama lain.
Pada organisasi ini juga diperlukan
identifikasi beberapa faktor yang sekiranya dapat menghambat tujuan awal dari
organisasi ini, seperti adanya perbedaan pendapat dalam menyelesaikan suatu
persoalan yang berhubungan dengan matematika. Dengan adanya perbedaan pendapat itu,
maka akan menimbulkan konflik dan permusuhan antar anggota. Untuk mengantisipasi
hal tersebut, organisasi ini menyediakan seorang ahli matematika yang dapat membantu
menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan matematika, jika memang
persoalan tersebut sudah tidak dapat diselesaikan oleh para anggota atau
persoalan tersebut sudah menimbulkan perbedaan pendapat antar anggota yang akan
menimbulkan konflik dan permusuhan.
Organisasi ini sangat memanfaatkan
sumber informasi yang tersedia diluar organisasi. Sumber informasi tersebut
akan bermanfaat apabila terdapat materi baru dalam pelajaran matematika, maka
akan dengan mudah untuk mengetahui materi baru tersebut, sehingga modul
pembelajarannya pun akan ditambahkan materi-materi baru yang disesuaikan. Sumber
informasi yang tersedia diluar organisasi juga dimanfaatkan untuk mendapatkan
informasi mengenai adanya olimpiade matematika atau lomba matematika yang akan
diadakan diluar organisasi ini.
Untuk mengembangkan rencana atau
serangkaian kegiatan agar tujuan dapat tercapai, organisasi ini mengadakan
lomba matematika satu bulan sekali yang dapat diikuti oleh para anggota ataupun
masyarakat diluar anggota organisasi dan tentunya akan mendapatkan suatu
penghargaan bagi yang dapat memenangkan lomba tersebut. Penghargaan itu dapat
berupa piala, piagam, uang tunai, voucher belanja, ataupun tiket gratis ke
berbagai tempat wisata.
Sumber :
·
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta : BPFE.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar