Contoh
Kasus yang Dapat Diterapkan Dengan Teknik Intensi Paradoksikal pada Logoterapi
(Frankl)
· Seorang dokter muda datang ke tempat
Frankl dengan keluhan takut berkeringat. Setiap kali tubuhnya takut dia
berkeringat. Ketakutan ini cukup memicu keluarnya keringat secara berlebihan.
Untuk mencegah terjadinya hal ini, Frankl menyarankan agar saat tubuhnya
berkeringat secara berlebihan, dia menunjukkan dengan sengaja kepada
orang-orang, betapa banyak keringat yang bisa dia keluarkan. Seminggu kemudian
ia kembali melaporkan bahwa setiap kali dia bertemu seseorang yang bisa memicu
munculnya rasa takut yang diantisipasi, dia akan berkata pada dirinya sendiri: “Biasanya
saya hanya akan mengeluarkan seperempat liter keringat, tetapi saya akan
mengeluarkan sedikitnya sepuluh liter keringat!”. Hasilnya setelah bertahun-tahun
menderita fobia, orang tersebut secara permanen terbebas dari fobianya, hanya
dalam waktu satu minggu dan melalui satu kali konsultasi.
· Kasus bakterofobia dan kompulsi mencuci
tangan yang dialami ibu rumah tangga ditangani Frankl dengan mengajak ibu
tersebut menirukan apa yang dilakukannya dengan menggosok-gosokkan tangan ke
lantai dan kemudian berkata, “Lihat, tangan saya menjadi kotor, tetapi saya
tidak bisa menemukan banyak bakteri!” dan kemudian ibu tersebut mau
menirukannya. Selama lima hari berikutnya, gejala-gejala bakterofobia mulai
menyusut dan akhirnya hilang sama sekali.
Berdasarkan contoh kasus di atas, dapat
disimpulkan bahwa dengan teknik intensi paradoksikal individu didorong untuk
mendekati sesuatu yang justru ditakutinya dan yang selalu ingin dihindarinya.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar