Jumat, 14 Februari 2014

Ringkasan Bab 10 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN HARAPAN
Harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau dalam spektrum sederhana, harapan terlahir ketika kita mempunyai keinginan sebagai sesuatu yang belum kita raih dan hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan atau perumpamaan yang biasa kita dengar hidup segan mati pun tidak mau. Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati.

Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.

Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan
Ada dua hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
1.      Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
2.      Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Pengertian Doa
Menurut bahasa, do’a berasal dari kata “da’a” artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara’, do’a berarti “Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.
DOA adalah sebuah tempat untuk meminta, bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam berdoa, kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa.

Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

Kepercayaan Dan Usaha Untuk Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.      Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.      Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
3.      Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
4.      Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya. Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :                                                             
  •  Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  •  Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
  • Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
  •  Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  •  Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya. 
    

      Mind Map






     Setelah mempelajari bab 10 ilmu budaya dasar tentang manusia dan harapan, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian harapan dan apa sebab manusia mempunyai harapan. Melalui bab ini, kita juga dapat mengetahui  pengertian doa, kepercayaan, serta kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya.


Jawaban Untuk Pertanyaan Tentang Manusia dan Kegelisahan

1.     Pertanyaan dari kelompok 1
Apa hubungan antara kegelisahan dan kompulsi?
Jawaban :
Kompulsi berhubungan dengan obsesi, kompulsi adalah keinginan yang dilakukan berkali kali. Karena dorongan yang berulang – ulang, kadang seseorang tidak dapat menghentikan keinginannya yang berulang kali muncul sehingga mengakibatkan munculnya perasaan gelisah sebagai bentuk akibat dari tidak tercapainya keinginan tersebut.
2.     Pertanyaan dari kelompok 2
Apa itu kegelisahan Objektif, Neuritik, dan Moral? Berikan contohnya masing-masing satu!
Jawaban :
· Kecemasan Obyektif, yaitu kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan merupakan kegelisahan    yang tercakup wajar dalam kehidupuan sehari hari.
         Contoh : Cemas akan suatu hal, seperti misalnya takut kecelakaan.
·  Kecemasan Neurotik, yaitu kegelisahan akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Dan mersakan   rasa takut yang irrasional.
        Contoh : Fobia, gugup, dan sebagainya.
     ·  Kecemasan Moral, yaitu kecemasan yang muncul dari emosi pada diri sendiri.
        Contoh : Iri, dengki, dendam, hasut, marah, rendah diri.
3.     Pertanyaan dari kelompok 3
Apa itu Delusi?
Jawaban :
Delusi adalah menujukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat. Tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
4.     Pertanyaan dari kelompok 6
Apakah galau memiliki makna yang sama dengan kegelisahan? Dan apakah PHP (Pemberi Harapan Palsu) memiliki makna yang sama dengan ketidakpastian?
Jawaban :
Galau memiliki makna yang sama dengan gelisah karena galau dan kegelisahan merupakan perasaan khawatir yang ada di dalam diri manusia dan disebabkan oleh rasa tidak tenang atau cemas. Begitu juga dengan PHP yang memiliki makna yang sama dengan ketidakpastian Karena PHP dan ketidakpastian merupakan suatu hal yang tidak menentu.
5.     Pertanyaan dari kelompok 8
Apa perbedaan dari Phobia dan Histeria?
Jawaban :
Phobia adalah rasa ketakutan yang tidak terkendalikan, tidak normal, kepada suatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab - sebabnya. Sedangkan Histeria adalah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
6.     Pertanyaan dari kelompok 10
Langkah apa yang harus dilakukan jika teman kita terkena musibah tetapi masih memiliki  sifat sombong?
Jawaban :
Musibah merupakan teguran atau cobaan. Terkadang ada orang yang sedang terkena musibah tetapi sikapnya sombong. Kemungkinan ia ingin terlihat tegar dengan apa yang terjadi pada dirinya. Namun kesombongan adalah cara yang salah, karena kesombong merupakan sikap tercela.
Langkah yang harus dilakukan adalah pertama, kita dekati dia kemudian kita tanya baik-baik masalah apa yang terjadi pada dirinya sehingga ia bersikap seperti itu.
Kemudian kita beri nasehat secara halus dan tidak menyinggung tentang sikap sombongnya yang salah yang membuat orang disekelilingnya tidak simpati terhadapnya. Seharusnya dia mengambil hikmah dari musibah tersebut, tidak mengucilkan diri, bertawakal, dan berpikir positif untuk kedepannya tanpa bersikap sombong untuk menunjukkan ketegaran.  

Kamis, 23 Januari 2014

Ringkasan Bab 8 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia pasti mempunyai tanggung jawab masing-masing.

Macam-Macam Tanggung Jawab
·         Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
·         Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
·         Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Setiap anggota masyarakat mempunyai tanggung jawab agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
·         Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dabn bertingkah laku, manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat oleh Negara. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
·         Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya sehingga manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia memerlukan pengorbanan.

Pengabdian
Pengabdian merupakan perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab.
Macam-macam pengabdian antara lain :
·         Pengabdian Kepada Agama/Tuhan
·         Pengabdian Kepada Negara/Bangsa
·         Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengorbanan
Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu.
Macam-macam pengorbanan antara lain :
·         Pengorbanan Kepada Keluarga
·         Pengorbanan Kepada Masyarakat
·         Pengorbanan Kepada Bangsa dan Negara


Mind Map



Setelah mempelajari bab 8 ilmu budaya dasar tentang manusia dan tanggung jawab, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan. Melalui bab ini, kita juga dapat mengetahui macam-macam tanggung jawab, pengabdian, dan pengorbanan. Setiap manusia harus memiliki kesadaran akan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan, sebagai bukti dari tanggung jawabnya. 

Rabu, 22 Januari 2014

Ringkasan Bab 7 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Menurut Koentjaraningrat, pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup.
Pandangan hidup sangat dibutuhkan karena pandangan hidup akan mengacu pada kehidupan yang lebih baik dan memotifasikan kita untuk menggapai sesuatu yang diinginkan.

A.        Pandangan Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejara menurut waktu dan tempt hidupnya.
Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideologi adalah pedoman normatif yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar, dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Tujuan utama ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak yang diterapkan pada masalah publik.

B.        Cita-Cita
Cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup yang akan datang. Cita-cita merupakan keinginan, harapan, atau tujuan manusia yang selalu ada dalam pikirannya dan akan terus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia manusia tersebut. Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati.
Beberapa faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mecapai cita-citanya:
Tiga faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain :
·         Manusia itu sendiri.
·         Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut.
·        Seberapa tinggi cita-cita yang ingin dicapai.
Dua faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita-cita antara lain :
·         Faktor yang menguntungkan
·         Faktor yang menghambat

C.        Makna Kebajikan
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Apabila seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik.
Jadi, kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan hukum Tuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah :
·         Faktor Pembawaan
·         Faktor Lingkungan
·         Faktor Pengalaman

D.        Usaha dan Perjuangan
Usaha perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Tanpa usaha dan perjuangan, manusia tidak dapat hidup dengan sempurna.
Kerja keras dapat dilakukan dengan ilmu dari manapun, dengan jasmani, atau dengan keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.

E.         Keyakinan dan Kepercayaan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan yang terbagi atas tiga aliran, yakni :
·        Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan atran-aturannya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan.
·        Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal, manusia berpikir mana yang benar menurut akal, itulah yang baik walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi, pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.
·        Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup.

F.         Langkah Berpandangan Hidup yang Baik
Dengan langkah-langkah berpandangan hidup ini, diharapkan kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik antara lain :
·        Mengenal
Merupakan tahap pertama dan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
·        Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti pandangan hidup itu sendiri.
·        Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup, kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri.
·        Meyakini
Meyakini pandangan hidup merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
·        Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang pentig dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya atau oleh orang lain.
·        Mengamankan
Langkah ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup tersebut.



Mind Map




Setelah mempelajari bab 7 ilmu budaya dasar tentang manusia dan pandangan hidup, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian pandangan hidup, pengertian ideologi, dan juga dapat memahami tentang apa itu cita-cita, makna kebajikan, serta aliran-aliran yang terdapat dalam keyakinan dan kepercayaan. Melalui bab ini, kita juga dapat mengetahui langkah berpandangan hidup yang baik, dan dapat memahami hubungan antara manusia dengan pandangan hidup. Pandangan hidup sangat dibutuhkan didalam kehidupan karena pandangan hidup akan mengacu pada kehidupan yang lebih baik dan dapat memberikan motifasi untuk menggapai sesuatu yang diinginkan.

Sabtu, 11 Januari 2014

Ringkasan Bab 6 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian Keadilan
  • Menurut Aristoteles, Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
  • Menurut Plato, Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. 
  • Menurut Socrates, Keadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. 
  • Menurut W. J. S. Poerwodarminto, kata adil berarti tidak berat sebelah dan tidak semena-mena serta tidak memihak. 
  • Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah sebagai ayah, raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. 
  • Secara umum, Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Keadilan Sosial
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, keadilan mempunyai arti sifat yang tidak berat sebelah. Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat, kemasyarakatan, atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan.
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan, dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan, juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.


Macam-Macam Keadilan
·         Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.
·         Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
·         Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles, pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. 
Kejujuran
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya merupakan anugerah dari Allah SWT. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu, kembali kepada pribadi itu sendiri.
Hal-hal yang dapat menghilangkan kejujuran antara lain :
·         Bohong
·         Mencuri
·         Manipulasi
·         Inkar Janji

Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup mereka.
Kecurangan memggambarkan setiap upaya penipuan yang disengaja dan dimaksudkan untuk mengambil harta atau hak orang lain. Dua kategori yang utama adalah sebagai berikut :
·         Pelaporan Keuangan yang Curang
Pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan keuangan itu.
·         Penyalahgunaan Aktiva
Kecurangan yang melibatkan pencurian aktiva entitas.

Perhitungan (HISAB)
Di Negara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan, yaitu Polisi. Polisi akan menyelidiki dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beranggung jawab dan selanjutnya akan diserahkan ke pengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam Islam dikenal Yaumul Hisab, yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup di dunia.

Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.

Cara untuk memulihkan nama baik antara lain :
  • Bila diakibatkan karena suatu kesalahan, akuilah kesalahan itu lalu ungkapkan penyesalan dan permohonan maaf. 
  • Bila diakibatkan karena suatu kegagalan, jalan terbaik adalah menebus kegagalan itu dengan mencapai prestasi yang lebih baik. 
  • Bila diakibatkan karena kesalahpahaman, carilah jalan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. 
  • Bila diakibatkan karena fitnah, tunjukkan dengan bukti dan fakta yang membantah fitnah itu.

Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu. Pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan karena adanya sifat dendam.


Mind Map






Setelah mempelajari bab 6 ilmu budaya dasar tentang manusia dan keadilan, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian keadilan dan pengertian keadilan sosial. Mengetahui macam-macam keadilan serta lebih memahami tentang kejujuran, kecurangan, perhitungan, pembalasan, dan mengetahui bagaimana cara-cara untuk memulihkan nama baik. Melalui bab ini, kita juga dapat memahami hubungan antara manusia dengan keadilan. Keadilan harus ditegakkan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun.