Kamis, 09 Juli 2015

Tugas Kesehatan Mental

Created by :
·         Dyah Ayu Septiyaningrum            (12513737)
·         Pingkan Aulia Cahyaningtyas       (16513863)
·         Rosyidah Nur Syahidah                (17513295)
·         Siti Meysaroh                                (18513569)


Analisis Film “MARY AND MAX”

Review Film “MARY AND MAX”
Mary and max adalah film animasi stopmotion dari Australia yang disutradarai oleh Adam Elliot dan penanganan skenario pun ditangani oleh Adam Elliot.
Film ini diproduksi pada tahun 2009 dengan mengambil setting waktu tahun 1976 dan berlokasi di Mount Waverley, kawasan pinggiran di Melbourne Australia, tempat tinggal Mary Daisy Dinkle (Toni Collette). Mary adalah seorang gadis berusia 8 tahun yang hidupnya kesepian dan Mary tidak seberuntung anak-anak lain seusianya yang dapat hidup bahagia dengan keluarganya karena kedua orang tua Mary sibuk dengan urusannya masing-masing.
Mary berasal dari keluarga miskin. Ayah Mary adalah seorang buruh pabrik yang selalu sibuk bekerja, sementara ibu Mary adalah seorang ibu rumah tangga yang alkoholik dan kleptomania yang jarang memperhatikan Mary, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk Mary.
Sebagai seorang anak kecil pada umumnya yang penuh dengan rasa ingin tahu, Mary sebenarnya memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada orang tuanya, namun karena orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Mary akhirnya tidak tahu harus menanyakan pertanyaannya tersebut kepada siapa. Dan akhirnya pada suatu ketika, Mary memutuskan untuk menulis sebuah surat kepada seseorang yang dipilihnya secara acak melalui buku telepon Internasional, seseorang itu bernama Max Jerry Horovits (Philip Seymour Hoffman). Max adalah seorang atheis Amerika keturunan Yahudi yang berusia 44 tahun dan tinggal di kota New York, Amerika Serikat.
Berawal dari surat pertama yang dituliskan Mary untuk Max, persahabatan unik yang memiliki perbedaan usia cukup jauh ini pun dimulai. Meskipun pada awalnya surat dari Mary membuat Max panik, namun akhirnya Max memutuskan untuk membalas surat tersebut.
Perbedaan umur dan jarak yang sangat jauh diantara mereka bukan menjadi halangan bagi Mary dan Max untuk berbagi cerita dan pengalaman hidup mereka masing-masing. Mary dan Max pun memiliki banyak kesamaan, diantaranya adalah mereka menyukai coklat dan mereka suka menonton serial tv berjudul The Noblets. Max dan Mary juga memiliki persamaan mendasar yang membuat mereka merasa memiliki perasaan senasib, yaitu keduanya tidak memiliki teman. Mary selalu menjadi sasaran bullying dan ejekan teman-temannya karena Mary memiliki tanda lahir di dahinya yang berwarna seperti kotoran. Sementara Max menderita Asperger Syndrome yang membuat Max sulit mengartikan ekspresi orang-orang di sekelilingnya dan membuat Max sulit untuk mengekspresikan perasaannya kepada orang lain, sehingga Max menjadi terkesan antisosial.
Max sebenarnya sangat ingin memiliki teman yang benar-benar nyata. Oleh karena itu, surat dari Mary menjadikan Mary satu-satunya teman yang dimiliki Max dan persahabatan melalui surat ini pun terjalin kurang lebih 20 tahun lamanya. Namun, dalam sebuah persahabatan pasti akan ada masalah yang datang. Hubungan Mary dan Max mengalami titik terendah ketika terjadi kesalahpahaman, yaitu Max merasa dirinya dimanfaatkan oleh Mary. Kesalahpahaman tersebut membuat Mary terpuruk, namun akhirnya Max membukakan pintu maaf untuk Mary.
Mary dan Max selalu saling mendukung satu sama lain disaat mereka senang maupun sedih. Mereka saling membantu dalam menghadapi setiap masalah yang sedang dihadapi dan mereka akhirnya menemukan apa yang dinamakan persahabatan sejati.
Persahabatan yang terjalin diantara Mary dan Max cukup unik dan tidak biasa. Persahabatan yang dijalin oleh Mary dan Max ini merupakan persahabatan yang tulus tanpa memandang usia, jenis kelamin, budaya, dan sebagainya. Pertemanan atau lebih tepatnya persahabatan dapat terjalin karena beberapa hal, salah satunya adalah persamaan dan dapat juga terjalin karena adanya kepercayaan seperti persahabatan yang telah dijalin oleh Mary dan Max.
Meskipun film ini adalah film animasi, namun film ini sangat tidak cocok untuk anak-anak karena menampilkan kisah dimana didalamnya terdapat masalah yang cukup berat, seperti kesepian, perasaan cemas, depresi, hingga bunuh diri dan film ini juga penuh dengan tema-tema dewasa yang sangat tidak pantas jika disaksikan oleh anak-anak.
Film Mary and Max ini memiliki pesan yang bagus, yaitu jika kita ingin diterima atau disukai oleh orang lain, ada baiknya jika kita menyukai diri kita sendiri terlebih dahulu (Love Yourself First).

“Sometimes perfect strangers make the best friends”




Analisis Film “MARY AND MAX”
Berdasarkan review film Mery and Max diatas, dapat diketahui bahwa salah satu tokoh di film tersebutyang bernama Max Jerry Horovits (Philip Seymour Hoffman) mengalami Asperger Syndrome atau Sindrom Asperger. Sindrom Asperger merupakan suatu gejala kelainan perkembangan syaraf otak atau merupakan gangguan neurobiologis yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Sindrom Asperger juga merupakan salah satu tipe Pervasive Development Disorder (PDDs). PDDs merupakan sekelompok kondisi termasuk keterlambatan perkembangan keahlian dasar, seperti berkomunikasi, keterampilan bersosialisasi dengan lingkungan, dan menggunakan imajinasi. Meskipun Sindrom Asperger mempunyai kesaman dengan Autisme (jenis PPDs yang lebih parah), namun gangguan ini memiliki perbedaan di beberapa bidang. Penderita Sindrom Asperger pada umumnya memiliki fungsi lebih baik dibandingkan penderita Autisme. Selain itu, penderita Sindrom Asperger umumnya mempunyai kecerdasan yang normal. Dan meskipun penderita Sindrom Asperger kemungkinan mengalami gangguan berkomunikasi, namun mereka cenderung memiliki perkembangan bahasa yang mendekati normal.
Menurut Clinical Assistant Professor of Pediatrics Jefferson Medical College Philadelphia, Susan B. Stine, MD mengatakan bahwa karakter dari penderita Sindrom Asperger adalah kurangnya kemampuan berinteraksi sosial, pola bicara yang tidak biasa, dan tingkah laku khusus lainnya. Kemudian, penderita Sindrom Asperger biasanya sangat sulit untuk menampilkan ekspresi di wajahnya, serta sulit untuk membaca bahasa tubuh pada orang lain. Selain itu, menurut Stine, ciri dari penderita Sindrom Asperger adalah terlambatnya kemampuan motorik, ceroboh, minat yang terbatas, dan perhatian yang berlebihan terhadap kegiatan tertentu.
Seorang penderita Sindrom Asperger dapat memperlihatkan kekurangan dalam bersosialisasi, mengalami kesulitan jika terjadi perubahan, dan selalu melakukan hal-hal yang sama berulang-ulang. Penderita Sindrom Asperger juga mengalami kesulitan dalam menentukan dengan baik posisi badan dalam ruang (orientasi ruang dan bentuk). Penderita Sindrom Asperger sering terobsesi oleh rutinitas dan menyibukkan diri dengan suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka.
Penderita Sindrom Asperger sering mempunyai masalah ketika menggunakan bahasa dalam konteks sosial (pragmati) dan tidak mampu mengenali sebuah kata yang memiliki arti yang berbeda-beda (semantic) serta khas dalam berbicara/prosodi (tinggi rendahnya suara, serta tekanan dalam berbicara).
Karena memiliki perasaan terlalu sensitif yang berlebihan terhadap suara, rasa, penciuman, dan penglihatan, penderita Sindrom Asperger lebih menyukai pakaian yang lembut, makanan tertentu, dan merasa terganggu oleh suatu keributan atau penerangan lampu dimana orang normal tidak dapat mendengar atau melihatnya. Penting untuk diperhatikan bahwa penderita Sindrom Asperger memandang dunia dengan cara yang berlainan. Oleh karena itu, banyak perilaku yang aneh dan luar biasa yang disebabkan oleh perbedaan neurobiologi tersebut, bukan karena sengaja berlaku kasar atau berlaku tidak sopan.
Para penderita Sindrom Asperger dinilai sebagai pribadi yang eksentrik oleh orang lain, aneh, dan mudah dijadikan bahan untuk ejekan karena mereka memiliki fungsionalitas tingkat tinggi dan bersifat naif, serta karena mereka terlihat sebagai pribadi yang kurang bersosialisasi.
Menurut Stine, penderita Sindrom Asperger yang beranjak dewasa, biasanya akan merasa kesulitan untuk mengungkapkan empati kepada orang lain, serta tetap kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Penderita Sindrom Asperger memiliki kemampuan linguistik dan kognitif yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan memiliki IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita Sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri). Sindrom Asperger juga bukan sebuah penyakit mental.
Gangguan Sindrom Asperger pada umumnya akan terus mengikuti perkembangan usia seseorang. Meski tidak membahayakan jiwa, namun gangguan itu dapat membuat penderitanya takut berada di keramaian dan dapat membuat depresi.
Ciri yang menonjol pada penderita Sindrom Asperger adalah mereka tidak bisa membaca kode-kode atau ekspresi wajah seseorang dan karena ketidakmampuannya itu, meraka dijauhi oleh teman-temannya.
Penderita Sindrom Asperger biasanya akan menetap seumur hidup. Namun, gejala tersebut dapat dikurangi dan diperbaiki dalam kurun waktu tertentu terutama deteksi dini Sindrom Asperger akan sangat membantu.
Sesuai dengan perkembangan otak, kalau kelainan itu diketahui lebih dini, maka dapat distimulasi atau diberi obat agar berkembang ke arah yang baik. Namun, kalau sudah terlambat deteksinya, yaitu sudah berusia lima atau enam tahun, maka akan sulit penanganannya karena perkembangan otak sudah berhenti. Pada umur lima tahun, bagian otak yang disebut sinaps (sambungan antar saraf di mana bahan kimia serotonin bekerja) akan berhenti.
Sindrom Asperger ini lebih umum dialami oleh laki-laki dibandingkan perempuan dan biasanya terdiagnosis saat seseorang berusia antara dua dan enam tahun.
Penyebab pasti gangguan Sindrom Asperger ini masih belum diketahui. Akan tetapi, fakta menunjukkan adanya kecenderungan bahwa gangguan ini diturunkan dalam keluarga. Sindrom Asperger juga diperkirakan terjadi akibat kombinasi dari faktor psikologis, fisiologis, dan sosiologis. Gangguan Sindrom Asperger ini dapat dipicu oleh disfungsi otak yang bisa terjadi akibat trauma, penyakit, atau struktur otak yang abnormal.
Gejala Sindrom Asperger bervariasi dan memiliki rentang dari ringan hingga berat. Namun, terdapat beberapa gejala-gejala umum Sindrom Asperger, yaitu :
·         Gangguan keterampilan sosial.
Penderita Sindrom Asperger pada umumnya kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan seringkali kaku dalam situasi sosial.
·         Kesulitan berkomunikasi.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan tidak melakukan kontak mata saat berbicara dengan seseorang. Mereka mungkin bermasalah dalam menggunakan ekspresi dan gerak tubuh, serta kesulitan dalam memahami bahasa tubuh. Selain itu, mereka cenderung bermasalah memahami bahasa dalam konteks.
·         Ketertarikan yang terbatas.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan memiliki ketertarikan yang intens dan bahkan terobsesi terhadap hal-hal tertentu saja.
·         Masalah koordinasi.
Gerakan penderita Sindrom Asperger terlihat ceroboh dan kaku.
·         Perilaku eksentrik atau kebiasaan yang berulang-ulang.
Penderita Sindrom Asperger kemungkinan melakukan gerakan-gerakan yang berulang. Mereka juga memiliki kebiasaan tertentu yang harus selalu diikuti.
·         Berbakat di bidang tertentu.
Banyak orang yang menderita Sindrom Asperger sangat berbakat di bidang tertentu.
·        Kesulitan berempati dengan orang lain.
·        Berada di bawah tekanan jika rutinitas berubah.
·        Memiliki masalah dalam mengelola amarah, mengendalikan perasaan cemas, depresi, dan ketakutan.
Dalam film Mary and Max ini, karakteristik Sindrom Asperger digambarkan dengan baik. Dalam cerita film Mary and Max, tokoh Max yang menderita Sindrom Asperger mengungkapkan lima karakteristik yang dimilikinya, yaitu :
·         I find the world very confusing  and chaotic because my mind is very literal and logical.
(Dunia sangat membingungkan dan kacau karena pikiran saya sangat harfiah dan logis).
Salah satu karakteristik pada Sindrom Asperger yang diderita Max adalah ketidakmampuan membaca situasi sosial.
·         I have trouble in understanding the expression on people’s face.
(Saya memiliki masalah dalam memahami ekspresi wajah orang).
Penderita Sindrom Asperger memiliki kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan orang lain.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max pernah diserang oleh seekor burung ketika sedang berjalan, sehingga Max harus menggunakan helm kemanapun ia pergi. Max dan helm tersebut membuat orang lain geli melihatnya dan akhirnya menertawakan Max. Max tahu orang lain menertawakannya, namun Max tidak mengerti mengapa orang lain menertawakannya.
·         Bad handwriting and hypersensitive, clums, and get very concerned.
(Memiliki tulisan buruk dan terlalu sensitif, pemalu, dan penasaran).
Hypersensitivitas yang dimiliki penderita Sindrom Asperger ditandai dengan adanya sensitivitas sensori yang berlebih.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max mudah terkejut ketika mendengar suara dering telepon. Max menganggap New York (tempat tinggalnya) sangat tidak cocok baginya karena terlalu ramai, lampu-lampunya terang benderang, terdengar suara yang tiba-tiba, dan bebauan yang kuat. Max mengatakan bahwa ia ingin tinggal di bulan karena lebih hening.
Hypersensitivitas yang dimiliki Max ini membuat Max menggunakan penyumbat hidung dan telinga ketika keluar dari apartmentnya.
·         I like solving problems.
(Saya suka menyelesaikan masalah).
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max dapat memecahkan Rubik’s Cube.
·         I have trouble expressing my emotions.
(Saya memiliki masalah untuk mengekspresikan emosi saya).
Selain memiliki kesulitan dalam membaca ekspresi, penderita Sindrom Asperger juga sulit untuk mengekspresikan emosinya.
Didalam film ini, diceritakan bahwa Max kesulitan untuk tersenyum walaupun Max mengalami suatu hal yang menyenangkan.
Didalam film ini juga diceritakan bahwa Max pernah merasakan cinta, namun sulit untuk mengekspresikannya. Max mengatakan, “Love is a foreign language like a scuba diving or jogging”.
Pada umumnya penderita Sindrom Asperger suka berteman, walaupun dengan gaya bahasa dan mimik yang formal. Penderita Sindrom Asperger sulit untuk memulai percakapan, serta sulit untuk mengerti makna dan interaksi sosial. Jika dilihat dari Psikologi Sosial, seorang psikiater asal Wina bernama Alfred Adler, berpendapat bahwa pada dasarnya setiap manusia dimotivasi oleh dorongan-dorongan sosial dan manusia adalah makhluk sosial. Dorongan ini dibawa sejak lahir meskipun tipe-tipe khusus hubungan manusia dan pranata-pranata sosial yang berkembang ditentukan oleh corak masyarakat tempat manusia itu dilahirkan.
Jika mengikuti teori Adler, seseorang yang memiliki pribadi introvert atau bahkan seseorang yang menderita Sindrom Asperger seperti Max, pasti memiliki minat sosial. Walaupun tidak muncul secara spontan, ini adalah sebuah kodrat dan bukan karena kebiasaan belaka. Oleh karena itu, tidak heran ketika munculnya sebuah ironi dalam keterbatasannya berhubungan sosial ketika Max berkata kepada Mary melalui suratnya, “I find human is interesting but I have trouble understanding them. I think, however, I will understand and trust you”.
Terdapat beberapa prosedur perawatan dan pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita Sindrom Asperger meskipun Sindrom Asperger belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Akan tetapi, terdapat beberapa penanganan dan beberapa terapi untuk meningkatkan fungsi dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah beberapa penanganan dan terapi untuk para penderita Sindrom Asperger :
·         Pendidikan Khusus
Pendidikan yang didisain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seseorang yang unik.
·         Modifikasi Perilaku
Hal ini meliputi strategi untuk mendukung perilaku positif dan untuk mengurangi perilaku yang bermasalah.
·         Terapi Bicara, Fisik dan Terapi Okupasional
Terapi ini didisain untuk meningkatkan kemampuan fungsional seseorang.
·        Terapi Perilaku Kognitif
·        Pelatihan Ketrampilan Sosial
·        Obat-obatan.
Tidak ada obat yang khusus untuk menangani penderita Sindrom Asperger. Akan tetapi, obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi gejala khusus, seperti kecemasan, depresi, serta perilaku yang hiperaktif dan terobsesi.
Penserita Sindrom Asperger dapat dilakukan terapi, terutama dalam hal kemampuan bersosialisasi karena kemampuan bersosialisasi mereka sangat kurang. Cara terapi yang paling baik adalah mengajarkan penderita Sindrom Asperger bagaimana berinteraksi dengan orang lain dan akan lebih baik lagi jika terapi dilakukan dalam bentuk peer group.
Banyak dari perilaku penderita Sindrom Asperger yang disalahpahami. Penderita Sindrom Asperger dianggap sebagai orang yang egois, dingin, tidak peduli, dll. Padahal perilaku tersebut bukan sesuatu yang disengaja dan bahkan tidak disadari oleh para penderita Sindrom Asperger.

Sumber :

Senin, 03 November 2014

Tugas 3 Psi & Teknologi Internet

Kecanduan Internet

Saat ini internet merupakan media yang diperlukan oleh semua orang untuk mendapatkan informasi, bermain game online, berinteraksi sosial, atau untuk kepentingan lainnya sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masing-masing penggunanya. Namun, ternyata berlama-lama menggunakan internet akan menimbulkan dampak buruk yang dinamakan kecanduan internet yang pada akhirnya pengguna internet tidak mempunyai waktu untuk memperhatikan hal penting disekitarnya.
Kecanduan internet merupakan sebutan bagi seseorang yang selalu menggunakan internet dalam kehidupannya dan sudah mengalami kesulitan untuk terlepas dari internet. Kecanduan internet atau Internet Addiction Disorder (IAD) mengacu pada gangguan dalam penggunaan internet yang berlebihan. Gangguan kecanduan internet belum tercantum dalam buku pegangan profesional kesehatan mental, yaitu Diagnostic adn Statistical Manual of Mental Disorders atau yang disebut dengan DSM. Namun, kecanduan internet telah diakui secara formal oleh American Psychological Association sebagai salah satu bentuk gangguan.
Konsep tentang kecanduan internet telah diterima sebagai gangguan klinis yang memerlukan perawatan (treatment) khusus. Para peneliti masih belum sepakat mengenai apakah kecanduan internet merupakan gangguan pada dirinya sendiri atau merupakan salah satu gejala (symptom) dari gangguan yang lain. Ada pula yang memperdebatkan apakah kecanduan internet dikategorikan sebagai gangguan impuls atau gangguan kompulsif-obsesif (obsessive compulsive disorder) dan bukan kecanduan biasa.
Kecanduan internet atau Internet Addiction Disorder (IAD) mencakup sejumlah problem kontrol impuls, seperti :
·         Kecanduan Cybersex (Cybersex Addiction)
Internet pornography, adult chat rooms, adult fantasy role-play.
·         Kecanduan Hubungan-Cyber (Cyber-Relationship Addiction)
Kecanduan jejaring sosial, chat, e-mail, atau text (SMS).
·         Net Compulsions
Game online, judi online, permainan saham online, atau lelang online yang seringkali membawa masalah pekerjaan.
·         Kelebihan Informasi (Information Overload)
Pencarian database secara kompulsif.
·         Kecanduan Komputer
Memainkan permainan komputer secara obsesif atau pemrograman secara obsesif.
Terdapat beberapa faktor yang telah diusulkan untuk menjelaskan kecanduan internet. Salah satu teori yang berhubungan dengan potensi mengubah mood (mood-atering potential) dari perilaku-perilaku yang berkaitan dengan kecanduan proses. Para peniliti berfikir bahwa terdapat perubahan kimiawi yang terjadi dalam tubuh saat seseorang terlibat dalam perilaku kecanduan. Dari sudut pandang biologis, mungkin terdapat kombinasi dari gen-gen yang membuat seseorang lebih rentan terhadap perilaku kecanduan.
Dr. Ronald Pies, selaku profesor psikiatri dari SUNY Upstate Medical University, New York,  mengatakan bahwa kebanyakan dari orang yang kecanduan internet merupakan seseorang yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang tidak bisa bersosialisasi, sehingga sulit untuk bertatap muka dengan orang lain secara langsung. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa kecenderungan kecanduan ini dimiliki oleh seseorang yang memiliki gangguan dalam dunia nyata, sehingga internet merupakan salah satu media pelampiasannya.
Dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ selaku psikiater mengatakan bahwa terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang dapat mengalami kecanduan internet. Salah satunya adalah intensitas penggunaan internet yang terlalu sering saat memiliki waktu luang dan dilakukan terus-menerus, sehingga membuat orang tersebut terbiasa dengan perilaku itu.
Beberapa gejala kecanduan internet ditunjukkan dengan kurangnya waktu tidur, kelelahan, lesu, kurangnya fokus, performa kerja yang menurun, kurang terlibatnya dalam aktivitas dan hubungan sosial, serta masih terdapat berbagai macam gejala kecanduan internet lainnya. Penderita akan berbohong tentang berapa lama waktu yang digunakan untuk berinternet dan tentang permasalahan yang ditundanya karena berinternet. Ketika sedang tidak menggunakan internet, penderita menjadi pribadi yang mudah marah ketika ada yang bertanya tentang berapa lama waktu yang digunakan untuk berinternet.
Menurut dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ , dampak yang dapat ditimbulkan oleh seseorang yang mengalami kecanduan internet adalah kurang bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya, terutama dalam lingkungan keluarga. Penderita akan lebih fokus terhadap kehidupannya di dunia maya dan sering mengabaikan orang-orang yang ada disekitarnya. Menurutnya, penderita yang sudah mengalami kecanduan yang cukup berat, secara psikis dan mental akan sulit untuk membedakan antara dunia maya dengan dunia nyata.
Ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya merupakan awal dari terbentuknya kecanduan internet. Kebiasaan yang tidak terkendali terkadang dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri, dengan tidak dapat mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan waktu, dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam hidupnya.
Karena gangguan kecanduan internet merupakan fenomena yang masih relatif baru, maka hanya ada sedikit penelitian tentang efektivitas dari prosedur perawatan. Beberapa ahli menyarankan penderita untuk melakukan penghentian total dari penggunaan internet. Beberapa ahli lainnya mengatakan bahwa tidak realistis menyarankan kepada penderita untuk benar-benar berhenti menggunakan internet. Sebagai alternatif dari menghentikan semua aktivitas yang berhubungan dengan internet, Young (1999) memberikan 7 teknik perawatan yang mungkin dilakukan, yaitu :
·         Praktekkan Kebalikannya (Practice the Opposite)
·         Penghenti Eksternal (External Stoppers)
·         Tetapkan Goal (Setting Goals)
·         Kartu-Kartu Pengingat (Reminder Cards)
·         Inventori Personal (Personal Inventory)
·         Dukungan Sosial (Social Support)
·         Terapi Keluarga (Family Therapy)
Dr. Diva Mariska Tarastin, spKJ mengatakan terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecanduan internet, yaitu jenis terapi yang pertama untuk penderita yang sudah sadar akan dampak negatif dari candu internet adalah terapi yang dilakukan diri sendiri dengan dibantu oleh orang-orang terdekatnya. Jenis terapi yang kedua untuk penderita yang sudah mengalami kecanduan internet yang cukup berat, yaitu dibutuhkan psikolog atau psikiater untuk memberikan terapi kognitif dan perilaku agar penderita dapat terlepas dari candu internet.
Terapi Kognitif Perilaku (Cognitive Behavioral Therapy atau CBT) dapat memberikan langkah demi langkah untuk menghentikan perilaku internet kompulsif dan mengubah persepsi seseorang mengenai internet. Terapi dapat menolong seseorang untuk mempelajari cara-cara yang lebih baik dalam mengatasi emosi yang tidak nyaman, seperti kecemasan, stres, dan depresi.
Khazaal et al. merangkumkan komponen-komponen perilaku dan motivasional dari perawatan kecanduan internet menurut Young, yaitu sebagai berikut :
·         Untuk mengenali masalah terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Akuilah apa yang telah hilang
2.  Bawalah kartu-kartu pengingat
3.  Dengarlah suara-suara penyangkalan
·         Untuk pengamatan diri terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Tinjaulah waktu online
2.  Akuilah dorongan akan kecanduan
3.  Pelarian, obat bius dari internet
·         Untuk manajemen waktu, strategi pemulihannya adalah menggunakan teknik manajemen waktu.
·         Untuk pengembangan aktivitas offline terdapat beberapa strategi pemulihan, yaitu :
1.  Ambil langkah nyata untuk menanggulangi masalah
2.  Hadapi kesepian
3.  Carilah dukungan dalam dunia nyata
·         Untuk pencegahan relapse (kambuh) terdapat dua strategi pemulihan, yaitu :
1.  Pertimbangkan manfaat dari pemulihan (recovery benefits)
2.  Tips-tips untuk perjalanan menuju pemulihan
Kondisi kambuh (relapse) merupakan kondisi yang wajar untuk siapapun yang sedang berhubungan dengan kecanduan internet. Mengakui dan mengantisipasi kambuh seringkali merupakan bagian dari proses perawatan. Mengidentifikasi situasi-situasi yang dapat menyebabkan kecanduan internet dan menemukan cara-cara untuk menghadapi situasi ini dapat sangat mengurangi kemungkinan kambuh total.
Jadi, dalam menggunakan internet janganlah berlebihan dengan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain game online atau hanya sekedar untuk mencari kesenangan yang tidak bermanfaat dan tidak memiliki tujuan yang berarti yang kemudian dapat meninggalkan tanggung jawab di kehidupan nyata. Hal tersebut merupakan kebiasaan berinternet yang tidak sehat yang akan menimbulkan gangguan kecanduan internet. Kebiasaan berinternet yang sehat dan sewajarnya adalah dengan menyesuaikan jadwal dan kepentingan, serta tidak melupakan tanggung jawab yang dimiliki seseorang. Manfaatkan media internet sebaik mungkin sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan serta sebaiknya jangan menggunakan media internet dengan intensitas yang terlalu sering.



Sumber :

Selasa, 14 Oktober 2014

Tugas 2 Psi & Teknologi Internet

Penggunaan Internet di Bidang Psikologi

Di zaman modern seperti saat ini, internet sangat dibutuhkan bagi semua kalangan untuk dapat mengetahui banyak informasi yang diperlukan sesuai dengan kepentingan para pengguna. Internet juga banyak digunakan pada bidang tertentu untuk kepentingannya masing-masing. Salah satu bidang yang menggunakan peran dari internet adalah bidang psikologi. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan seseorang yang ditinjau dari perilaku - perilakunya. Penggunaan internet pada bidang psikologi bertujuan untuk membantu dalam upaya pengembangan dan pemaksimalan aplikasi dari ilmu psikologi.
Salah satu aplikasi penggunaan internet pada bidang psikologi adalah e-mail counseling atau yang biasa disebut dengan e-counseling. E-counseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melalui internet dimana proses terapi tersebut terlebih dahulu melalui media e-counseling ini, yang kemudian akan disusun rencana untuk melakukan intervensi psikologi secara langsung (tatap muka) antara terapis dengan kliennya. E-counseling berfungsi untuk membantu terapis dalam mengumpulkan data-data yang terkait dengan kliennya, sebelum pada akhirnya terapis dan klien bertemu langsung untuk melakukan proses terapi selanjutnya. Dengan e-counseling, seseorang dapat melakukann konseling dan berkonsultasi dengan terapis melalui internet.
Kemungkinan alasan seseorang melakukan e-counseling adalah kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk datang dan bertemu langsung dengan terapis atau psikolog, terlebih jika seseorang tersebut sangat sibuk dalam kegiatan sehari-harinya yang pada akhirnya orang itu memanfaatkan media e-counseling terlebih dahulu untuk melakukan terapi dengan seorang terapis atau psikolog sebelum nantinya dilakukan pertemuan secara langsung (tatap muka) antara terapis dan kliennya yang sudah dibicarakan dan ditentukan waktunya terlebih dahulu.
Selain e-counseling, penggunaan internet pada bidang psikologi dapat juga diaplikasikan pada tes psikologi atau yang biasa disebut dengan psikotes. Psikotes merupakan sebuah proses pengukuran dan pengintegrasian data individu yang objektif dan terstandar dengan tujuan untuk melakukan evaluasi psikologi. Psikotes biasanya dilakukan untuk mendapatkan berbagai macam hasil, seperti misalnya untuk melamar pekerjaan dan menentukan penempatan kerja dibidang yang sesuai dengan keahlian seseorang, serta untuk mengetahui IQ yang dimiliki.
Namun, terdapat beberapa pihak yang mengatakan bahwa psikotes online memiliki hasil yang kurang akurat. Meskipun seperti itu, tidak ada yang dapat melarang seseorang untuk melakukan psikotes online tersebut.
Menurut saya, dimanapun seseorang melakukan psikotes dan apapun bentuk psikotes yang dilakukan oleh seseorang tersebut, tidak menjadi masalah selama orang itu mampu berkonsentrasi penuh dan mampu mengkondisikan dirinya sebaik mungkin dalam menjawab semua soal-soal psikotes yang tersedia untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, meskipun mungkin menurut saya hasil yang didapat lebih akurat apabila melakukan psikotes secara langsung, namun kembali lagi kepada masing-masing individu yang bersangkutan, lebih nyaman dan lebih memilih melakukan jenis psikotes yang seperti apa.
Jadi, penggunaan internet pada bidang psikologi sebagian besar sangat bermanfaat dan berguna, meskipun terdapat beberapa pihak yang berpendapat bahwa dalam penggunaan internet pada bidang psikologi terdapat dampak negatifnya, namun semua itu tergantung pada kepentingan permasalahan yang dibutuhkan oleh seseorang dan tergantung bagaimana seseorang menanggapinya.



Jumat, 10 Oktober 2014

Tugas 1 Psi & Teknologi Internet

INTERNET

Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network yang memiliki arti hubungan antar jaringan. Internet adalah jaringan komputer di seluruh dunia (jaringan komputer global) yang terhubung antara yang satu dengan yang lain. Seluruh jaringan komputer yang saling terhubung tersebut menggunakan standar sistem global  Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) yang berguna untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Media koneksi yang digunakan dapat melalui sambungan telepon, serat optik (fiber optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.
Seseorang dapat menggunakan PC (Personal Computer) untuk mengakses internet atau dapat juga melalui handphone (HP) dengan menggunakan fasilitas GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia).
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA atau yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Mereka mendemonstrasikan bagaimana komunikasi dapat dilakukan dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon dengan menggunakan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. Tujuan awal dibangunnya proyek ARPANET adalah untuk keperluan militer, yaitu untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Secara umum, ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972 dan tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat diseluruh daerah yang membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu, ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan ARPANET untuk keperluan non-militer, seperti universitas – universitas. Gabungan kedua jaringan tersebut dikenal dengan nama DARPA Internet yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Internet dapat berperan sebagai sumber informasi yang menyimpan berbagai jenis informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. Seseorang dapat mengakses informasi apapun melalui internet dan dapat juga menempatkan informasi tersebut di internet agar dapat diakses oleh orang lain.
Internet juga dapat digunakan sebagai sarana pertukaran informasi dari komputer yang satu ke komputer yang lain tanpa dibatasi oleh jarak fisik antara kedua komputer tersebut. Dua komputer yang saling terhubung ke internet, dapat saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain atau dapat melakukan pertukaran data dan informasi akses data yang dapat dilakukan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
Fasilitas - fasilitas yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan internet, diantaranya :
·         Web
Fasilitas hypertext yang digunakan untuk menampilkan data yang saling berhubungan satu sama lain berupa teks, gambar, bunyi, animasi, dan data multimedia lainnya. Untuk memudahkan dalam membaca data dan informasi tersebut, dapat digunakan web browser seperti Internet Explorer atau Netscape.
·         E-Mail (Electronic Mail) atau Surat Elektronik
Melalui fasilitas ini, seseorang dapat mengirim dan menerima surat elektronik (e-mail) pada atau dari penggunaan komputer lain yang terhubung di internet. Seseorang juga dapat menyertakan file sebagai lampiran (attachment) saat mengirim surat elektronik (e-mail).
·         Newsgroup
Fasilitas ini dapat digunakan untuk mendistribusikan artikel, berita, tanggapan, surat, penawaran, atau file ke pengguna komputer lain yang terhubung di internet yang tergabung dengan kelompok diskusi untuk mendiskusikan topik tertentu. Fasilitas ini juga dapat digunakan untuk seminar atau konferensi dengan cara elektronik tanpa terikat ruang, waktu, dan tempat.
·         FTP (File Transfer Protocol)
Fasilitas ini dapat digunakan untuk menghubungkan ke server komputer tertentu dan seseorang dapat juga menyalin (download) file yang dibutuhkan dari server tersebut lalu menyimpannya di komputer.
Terdapat beberapa istilah yang sering digunakan ketika seseorang sedang mengakses internet, diantaranya :
·         WWW (World Wide Web)
Kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi.
·         Web Site (Situs Web)
Tempat penyimpanan data dan informasi berdasarkan topik tertentu.
·         Home Pages (Halaman Web)
Sebuah halaman khusus dari situs web tertentu.
·         Browser
Program aplikasi yang digunakan untuk memudahkan seseorang melakukan navigasi berbagai data dan informasi pada WWW.
Internet menjadi salah satu pemicu Globalisasi karena telah menghilangkan batas - batas dunia. Internet memungkikan seseorang untuk mengakses informasi yang disimpan didalam komputer belahan dunia. Internet juga dapat memungkinkan orang dari belahan bumi yang berbeda dapat bekomunikasi tanpa dibatasi oleh batas - batas negara, waktu, dan jarak.
Saat ini internet semakin banyak digunakan di tempat umum, seperti pada toko – toko atau tempat umum lainnya yang menyediakan akses WiFi. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook) atau PDA yang mempunyai kemampuan WiFi untuk mendapatkan akses internet. WiFi adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi internet berkecepatan tinggi.
Jadi, internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubung dan dapat memberikan banyak informasi untuk semua kalangan sesuai dengan keperluannya dalam jangka waktu yang cepat.



Sumber :