Rabu, 22 Januari 2014

Ringkasan Bab 7 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Menurut Koentjaraningrat, pandangan hidup adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup.
Pandangan hidup sangat dibutuhkan karena pandangan hidup akan mengacu pada kehidupan yang lebih baik dan memotifasikan kita untuk menggapai sesuatu yang diinginkan.

A.        Pandangan Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejara menurut waktu dan tempt hidupnya.
Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideologi adalah pedoman normatif yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar, dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Tujuan utama ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak yang diterapkan pada masalah publik.

B.        Cita-Cita
Cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup yang akan datang. Cita-cita merupakan keinginan, harapan, atau tujuan manusia yang selalu ada dalam pikirannya dan akan terus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia manusia tersebut. Cita-cita adalah perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati.
Beberapa faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mecapai cita-citanya:
Tiga faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain :
·         Manusia itu sendiri.
·         Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut.
·        Seberapa tinggi cita-cita yang ingin dicapai.
Dua faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita-cita antara lain :
·         Faktor yang menguntungkan
·         Faktor yang menghambat

C.        Makna Kebajikan
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Apabila seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut perbuatannya pasti baik.
Jadi, kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan hukum Tuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah :
·         Faktor Pembawaan
·         Faktor Lingkungan
·         Faktor Pengalaman

D.        Usaha dan Perjuangan
Usaha perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Tanpa usaha dan perjuangan, manusia tidak dapat hidup dengan sempurna.
Kerja keras dapat dilakukan dengan ilmu dari manapun, dengan jasmani, atau dengan keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.

E.         Keyakinan dan Kepercayaan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan yang terbagi atas tiga aliran, yakni :
·        Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan atran-aturannya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan.
·        Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal, manusia berpikir mana yang benar menurut akal, itulah yang baik walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi, pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.
·        Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup.

F.         Langkah Berpandangan Hidup yang Baik
Dengan langkah-langkah berpandangan hidup ini, diharapkan kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik antara lain :
·        Mengenal
Merupakan tahap pertama dan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
·        Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti pandangan hidup itu sendiri.
·        Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup, kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri.
·        Meyakini
Meyakini pandangan hidup merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
·        Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang pentig dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya atau oleh orang lain.
·        Mengamankan
Langkah ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup tersebut.



Mind Map




Setelah mempelajari bab 7 ilmu budaya dasar tentang manusia dan pandangan hidup, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian pandangan hidup, pengertian ideologi, dan juga dapat memahami tentang apa itu cita-cita, makna kebajikan, serta aliran-aliran yang terdapat dalam keyakinan dan kepercayaan. Melalui bab ini, kita juga dapat mengetahui langkah berpandangan hidup yang baik, dan dapat memahami hubungan antara manusia dengan pandangan hidup. Pandangan hidup sangat dibutuhkan didalam kehidupan karena pandangan hidup akan mengacu pada kehidupan yang lebih baik dan dapat memberikan motifasi untuk menggapai sesuatu yang diinginkan.

Sabtu, 11 Januari 2014

Ringkasan Bab 6 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian Keadilan
  • Menurut Aristoteles, Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
  • Menurut Plato, Keadilan diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. 
  • Menurut Socrates, Keadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. 
  • Menurut W. J. S. Poerwodarminto, kata adil berarti tidak berat sebelah dan tidak semena-mena serta tidak memihak. 
  • Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah sebagai ayah, raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. 
  • Secara umum, Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Keadilan Sosial
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, keadilan mempunyai arti sifat yang tidak berat sebelah. Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat, kemasyarakatan, atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan.
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan, dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan, juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.


Macam-Macam Keadilan
·         Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.
·         Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
·         Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles, pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. 
Kejujuran
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya merupakan anugerah dari Allah SWT. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu, kembali kepada pribadi itu sendiri.
Hal-hal yang dapat menghilangkan kejujuran antara lain :
·         Bohong
·         Mencuri
·         Manipulasi
·         Inkar Janji

Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup mereka.
Kecurangan memggambarkan setiap upaya penipuan yang disengaja dan dimaksudkan untuk mengambil harta atau hak orang lain. Dua kategori yang utama adalah sebagai berikut :
·         Pelaporan Keuangan yang Curang
Pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan keuangan itu.
·         Penyalahgunaan Aktiva
Kecurangan yang melibatkan pencurian aktiva entitas.

Perhitungan (HISAB)
Di Negara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan, yaitu Polisi. Polisi akan menyelidiki dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beranggung jawab dan selanjutnya akan diserahkan ke pengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam Islam dikenal Yaumul Hisab, yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup di dunia.

Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.

Cara untuk memulihkan nama baik antara lain :
  • Bila diakibatkan karena suatu kesalahan, akuilah kesalahan itu lalu ungkapkan penyesalan dan permohonan maaf. 
  • Bila diakibatkan karena suatu kegagalan, jalan terbaik adalah menebus kegagalan itu dengan mencapai prestasi yang lebih baik. 
  • Bila diakibatkan karena kesalahpahaman, carilah jalan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. 
  • Bila diakibatkan karena fitnah, tunjukkan dengan bukti dan fakta yang membantah fitnah itu.

Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu. Pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan karena adanya sifat dendam.


Mind Map






Setelah mempelajari bab 6 ilmu budaya dasar tentang manusia dan keadilan, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian keadilan dan pengertian keadilan sosial. Mengetahui macam-macam keadilan serta lebih memahami tentang kejujuran, kecurangan, perhitungan, pembalasan, dan mengetahui bagaimana cara-cara untuk memulihkan nama baik. Melalui bab ini, kita juga dapat memahami hubungan antara manusia dengan keadilan. Keadilan harus ditegakkan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

Senin, 18 November 2013

Ringkasan Bab 5 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN PENDERITAAN


Pengertian Penderitaan
Penderitaa berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Manusia dikatakan mederita apabila ia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dll.
Menurut agama, penderitaan adalah teguran dari Tuhan. Penderitaan ada yang ringan, contohnya ketika seseorang menglami kegagalan dalam menanggapi keinginannya. Penderitaan juga ada yang berat, contohnya ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya.

Siksaan
Penderitaan biasanya disebabkan oleh siksaan. Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban.  Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis yang dengan sengaja dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan yang sifatnya psikis :
·      Kebimbangan
·      Kesepian
·      Ketakutan
Penyebab seseorang merasakan ketakutan:
-          Claustrophobia dan Agrophobia
-          Gamang
-          Kegelapan
-          Kesakitan
-          Kegagalan

Kekalutan Mental
Gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut :
·      Nampak pada jasmani (pusing, sesak napas, demam, dll).
·      Nampak pada kejiwaannya (cemas, ketakutan, patah hati, cemburu, mudah marah).
·      Selalu iri hati dan curiga.
·      Komunikasi sosial putus
·      Kepribadan yang lemah atau utang percaya diri.
·      Terjadi konflik sosial budaya.
Tahap – tahap gangguan jiwa
·      Nampak dalam gejala – gejala kehidupan penderita, baik jasmani maupun rohaninya.
·      Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif.
·      Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
·      Krisis ekonomi yang berkepanjangan.
·      Dipicu oleh faktor Psychoeducational.
·      Faktor sosial dan lingkungan.
Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental
·      Kepribadian yang lemah.
·      Terjadinya konflik sosial budaya.
·      Cara pematangan batin yang salah.
Proses – proses kekalutan mental
Positif, bila trauma yang dialami seseorang akan disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya.
Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita – citakan.

Pengaruh Penderitaan Terhadap Kelangsungan Hidup Manusia
Penderitaan akan memperoleh berbagai macam dan sikap dalam dirinya. Ada sikap negatif, seperti sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif seperti sikap optimis mengatasi penderitaan hidup.
Orang yang merasa dirinya menderita akan mendapat tekanan dari dalam jiwanya dan rasa malu. Bahkan banyak dari mereka yang ingin mengakhiri hidupnya. Ini terjadi dikarenakan kekalutan mental.
Kekalutan mental bisa berujung pada gangguan jiwa dikarenakan kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna sehingga orang tersebut merasa rendah diri.




MIND MAP







Setelah mempelajari bab 5 ilmu budaya dasar tentang manusia dan penderitaan, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian penderitaan, pengertian siksaan, pengertian kekalutan mental beserta gejala dan sebabnya, lebih memahami tahap - tahap gangguan jiwa, serta lebih dapat memahami hubungan antara manusia dan penderitaan.

Ringkasan Bab 4 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEINDAHAN


Pengertian Manusia
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Karena manusia merupakan makhluk sosial (tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain) serta merupakan makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Pengertian Keindahan
Keindahan mempunyai sifat yang alamiah dan tidak terikat oleh selera perorangan serta identik dengan suatu kebenaran. Maka keindahan tidak terlihat indah apabila tidak mengandung kebenaran. Keindahan memiliki konsep yang abstrak dan sulit digambarkan oleh seseorang. Ada yang mendefinisikan bahwa keindahan adalah sesuatu yang elok, cantik, permai, bagus, dan sebagainya.
Keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Keindahan merupakan sebuah konsep yang akan dapat berkomunikasi apabila dihubungkan dengan suatu bentuk, misalnya lukisan, pemandangan, puisi, dll.
Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, da menikmati sesuatu yang indah.
Pembedaan Artian Keindahan
Keindahan sebagai sesuatu yang abstrak dan dapat diartikan sebagai keindahan yang tidak terlihat misalnya, keindahan dari sebuah kejujuran, keindahan dari sebuah kasih sayang, keindahan dari kenikmatan yang diberikan Tuhan.
Keindahan dari suatu benda yang dikatakan indah adalah keindahan yang dapat yang dapat dirasakan dalam segi visual, auditory atau pendengaran.
Pengertian Keindahan Seluas – luasnya
Menurut beberapa ahli
·      Plato mengatakan bahwa watak yang indah adalah hukum yang indah
·      Aristoteles mengatakan bahwa keindahan merupakan sesuatu yang baik dan menyenangkan.
·      Plotinus menuliskan dalam bukuya tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah.

Nilai Estetik
Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan.
Estetika adalah ilmu yang membahas tentang keindahan, bagaimana ia bias terentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Estetika bias berarti tiga hal, yaitu :
·      Studi mengenai fenomena estetis
·      Studi mengenai fenomena persepsi
·      Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
Nilai Instrinsik dan Nilai Ekstrinsik
·      Nilai Instrinsik adalah nilai yang berdiri sendiri.
·      Nilai Ekstrinsik adalah nilai susila yang harus dihubungkan dengan hal – hal lain diluar tindakan itu.
Sifat Keindahan
·      Keindahan itu kebenaran
·      Keindahan itu abadi
·      Keindahan mempunyai daya tarik
·      Keindahan itu universal
·      Keindahan itu wajar
Fungsi Keindahan
Untuk menentramkan jiwa dan menyenangkan hati, member nilai tambah dalam suatu penilaian, dan memberi kepuasan.
Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
Ada beberapa alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan yaitu :
·      Tata nilai yang telah using
·      Kemerosotan zaman
·      Penderitaan manusia
·      Keagungan Tuhan
Renungan
Renungan adalah cara individu berfikir dengan baik, fokus, dan terpaku pada pemikiran yang ada di benak masing – masing individu.
Dalam merenung utuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :
·      Teori Pengugkapan
·      Teori Metafisik
·      Teori Psikologis
Keserasian
Keserasian artinya cocok, selaras, seimbang, tidak berat sebelah, tidak lebih atau kurang. Keserasian identik dengan pasangan, tidak mungkin suatu hal dapat dikatakan serasi apabila hal tersebut hanya sendiri atau tidak mempunyai pembanding yang tepat terhadap penilaian suatu hal.
·     Teori Objektif dan Teori Subjektif
Teori Obektif menyatakan bahwa keindahan yang menciptakan nilai estetika adalah sifat yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan.
Teori Subjektif menyatakan bahwa ciri – ciri yang menciptakan keindahan suatu benda tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
·     Teori Perimbangan
Berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturanyakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, dan pengungkapan perasaan.


MIND MAP









Setelah mempelajari bab 4 ilmu budaya dasar tentang manusia dan keindahan, hal yang didapat adalah lebih memahami tentang pengertian manusia, pengertian keindahan, pengertian keindahan menurut para tokoh, pengertian renungan, pengertian keserasian serta lebih dapat memahami hubungan antara manusia dengan keindahan.