Minggu, 01 November 2015

Tugas 2 Sistem Informasi Psikologi

Penerapan Sistem Informasi di Bidang Psikologi

Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan sistem dengan komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data menjadi informasi. Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Menurut Alter (1992), sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Sementara menurut Hall (2001), sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi dengan komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data menjadi informasi yang akan didistribusikan kepada pemakai, serta menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

Psikologi
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang jiiwa atau ilmu jiwa. Menurut Plotnik, psikologi merupakan studi sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Sementara menurut Wundt psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia.
Menurut Woodworth dan Marquis, psikologi mempelajari aktivitas individu. Aktivitas tersebut meliputi aktivitas motorik, kognitif maupun aktivitas emosional.
Sementara menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku atau perilaku manusia dan proses mentalnya, serta mempelajari aktivitas manusia yang meliputi motorik, kognitif, dan emosional, baik selaku individu maupun kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.

Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan pengguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan.

Contoh Penerapan Sistem Informasi di Bidang Psikologi
1.      E-mail counseling atau yang biasa disebut dengan e-counseling
E-counseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melalui internet dimana proses terapi tersebut terlebih dahulu melalui media e-counseling ini, yang kemudian akan disusun rencana untuk melakukan intervensi psikologi secara langsung (tatap muka) antara terapis dengan kliennya. E-counseling berfungsi untuk membantu terapis dalam mengumpulkan data-data yang terkait dengan kliennya, sebelum pada akhirnya terapis dan klien bertemu langsung untuk melakukan proses terapi selanjutnya. Dengan e-counseling, seseorang dapat melakukann konseling dan berkonsultasi dengan terapis melalui internet.
Kemungkinan alasan seseorang melakukan e-counseling adalah kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk datang dan bertemu langsung dengan terapis atau psikolog, terlebih jika seseorang tersebut sangat sibuk dalam kegiatan sehari-harinya yang pada akhirnya orang itu memanfaatkan media e-counseling terlebih dahulu untuk melakukan terapi dengan seorang terapis atau psikolog sebelum nantinya dilakukan pertemuan secara langsung (tatap muka) antara terapis dan kliennya yang sudah dibicarakan dan ditentukan waktunya terlebih dahulu.
2.      Program SPSS
Program SPSS dibuat untuk membantu berbagai bidang ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Penggunaan program SPSS pada bidang psikologi adalah untuk membantu dalam mengolah data secara kuantitatif.
Program SPSS sangat membantu seseorang dalam melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam melakukan penelitian tersebut, jumlah subjek yang dibutuhkan tidak sedikit karena untuk memperoleh hasil yang akurat memerlukan subjek yang cukup banyak sebagai respondennya. Untuk itu, peranan program SPSS sangat dibutuhkan karena data yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data yang sedikit dan jika pengolahan tersebut dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan dan dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat. Dengan program SPSS akan dapat membantu dalam pengolahan data yang cukup banyak agar memperoleh hasil yang akurat.



Sumber
Agviatri, N. K. (2012). Macam-macam Tes Psikoterapi dalam Internet. Diakses pada Minggu, 30 Desember 2012 dari http://agviatri.blogspot.co.id/2012/12/macam-macam-tes-psikoterapi-dalam.html.
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Haryanto. (2011). Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli. Diakses pada 14 Desember 2011 dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/.
Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
http://ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar