Penerapan Sistem Informasi di Bidang Psikologi
Sistem Informasi
Sistem informasi
merupakan sistem dengan komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data
menjadi informasi. Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Menurut Alter (1992),
sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan
teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah
organisasi. Sementara menurut Hall (2001), sistem informasi adalah sebuah rangkaian
prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan
didistribusikan kepada pemakai.
Jadi, dapat disimpulkan
bahwa sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi dengan
komponen-komponen yang bekerja untuk mengolah data menjadi informasi yang akan
didistribusikan kepada pemakai, serta menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Psikologi
Psikologi merupakan
ilmu pengetahuan tentang jiiwa atau ilmu jiwa. Menurut Plotnik, psikologi
merupakan studi sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Sementara
menurut Wundt psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia.
Menurut Woodworth dan
Marquis, psikologi mempelajari aktivitas individu. Aktivitas tersebut meliputi
aktivitas motorik, kognitif maupun aktivitas emosional.
Sementara menurut
Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun
kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah
tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk
, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi
berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Jadi, dapat disimpulkan
bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku atau
perilaku manusia dan proses mentalnya, serta mempelajari aktivitas manusia yang
meliputi motorik, kognitif, dan emosional, baik selaku individu maupun kelompok
dalam hubungannya dengan lingkungan.
Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi
psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang
berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan pengguna
dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan
pengelolaan.
Contoh Penerapan
Sistem Informasi di Bidang Psikologi
1.
E-mail counseling atau yang biasa disebut dengan e-counseling
E-counseling
merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melalui internet dimana
proses terapi tersebut terlebih dahulu melalui media e-counseling ini, yang kemudian akan disusun rencana untuk
melakukan intervensi psikologi secara langsung (tatap muka) antara terapis
dengan kliennya. E-counseling
berfungsi untuk membantu terapis dalam mengumpulkan data-data yang terkait
dengan kliennya, sebelum pada akhirnya terapis dan klien bertemu langsung untuk
melakukan proses terapi selanjutnya. Dengan e-counseling,
seseorang dapat melakukann konseling dan berkonsultasi dengan terapis melalui
internet.
Kemungkinan
alasan seseorang melakukan e-counseling
adalah kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk datang dan bertemu langsung
dengan terapis atau psikolog, terlebih jika seseorang tersebut sangat sibuk
dalam kegiatan sehari-harinya yang pada akhirnya orang itu memanfaatkan media e-counseling terlebih dahulu untuk
melakukan terapi dengan seorang terapis atau psikolog sebelum nantinya dilakukan
pertemuan secara langsung (tatap muka) antara terapis dan kliennya yang sudah
dibicarakan dan ditentukan waktunya terlebih dahulu.
2.
Program
SPSS
Program SPSS dibuat untuk membantu berbagai bidang
ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Penggunaan program SPSS pada
bidang psikologi adalah untuk membantu dalam mengolah data secara kuantitatif.
Program SPSS sangat membantu seseorang dalam
melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam melakukan
penelitian tersebut, jumlah subjek yang dibutuhkan tidak sedikit karena untuk
memperoleh hasil yang akurat memerlukan subjek yang cukup banyak sebagai
respondennya. Untuk itu, peranan program SPSS sangat dibutuhkan karena data
yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data yang sedikit dan jika
pengolahan tersebut dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan dan dapat menyebabkan
hasil yang tidak akurat. Dengan program SPSS akan dapat membantu dalam
pengolahan data yang cukup banyak agar memperoleh hasil yang akurat.
Sumber
Agviatri, N. K. (2012). Macam-macam Tes Psikoterapi dalam Internet. Diakses pada Minggu, 30
Desember 2012 dari http://agviatri.blogspot.co.id/2012/12/macam-macam-tes-psikoterapi-dalam.html.
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing
Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Haryanto. (2011). Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli. Diakses pada 14
Desember 2011 dari http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/.
Hutahaean, J. (2014). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
http://ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar